Iklan

Syekh Ahmad Al Misry Dikaitkan dengan Kasus Pelecehan Seksual

Wednesday, May 13, 2026, 5:14 AM WIB Last Updated 2026-05-13T15:54:29Z
 

Syekh Ahmad Al Misry masih berada di tanah airnya, Mesir, hingga saat ini. Ia dianggap tidak bersikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum terkait kasus pelecehan seksual sesama jenis yang masih berlangsung di Bareskrim Polri.

Habib Mahdi mewakili sejumlah korban melakukan koordinasi dengan Bareskim Polri untuk menanyakan perkembangan terkait kasus yang menimpa Syekh Ahmad Al Misry. Pihak kepolisian telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak tiga kali.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengirimkan surat peringatan untuk mengembalikan Syekh Ahmad Al Misry dari Mesir ke Indonesia.

"Tetapi memang terdapat beberapa hal dari informasi kemarin, jika tidak salah, yaitu adanya informasi mengenai dua kewarganegaraan," ujar Habib Mahdi.

"Saya juga mengajukan permohonan kepada Kedutaan Besar Mesir di Indonesia agar dapat membantu memulangkan, mendeportasi warga negara Indonesia (Syekh Ahmad Al Misry), yang kita ketahui adalah warga negara Indonesia," tambahnya.

Habib Mahdi mengakui bahwa dia tidak mengetahui bahwa tersangka memiliki dua kewarganegaraan. Ia hanya mengetahui bahwa Syekh Ahmad Al Misry adalah Warga Negara Indonesia setelah menikah dengan seorang warga Indonesia.

"Saya tidak tahu bahwa dia memiliki dua kewarganegaraan, meskipun hal itu sangat jelas," katanya.

Menurut pandangan Habib Mahdi, Syekh Ahmad Al Misry tidak bersikap kooperatif. Beberapa kali pemanggilan telah dilakukan, namun pihak terkait belum juga hadir.

"Bukan korporatif itu jelas. Selama dia menghindar untuk diperiksa di Mabes Pori, otomatis masalah ini akan semakin memburuk. Jangan sampai mengatakan orang-orang itu bersikap negatif kepadanya, sementara dia sendiri tidak bersedia bertanggung jawab di hadapan penyidik. Hadapi saja," kata Habib Mahdi.

Syekh Ahmad Al Misry sebelumnya mengatakan bahwa ia kembali ke Mesir untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit. Habib Mahdi menyatakan, pernyataan tersebut adalah sebuah ketidakbenaran.

"Isu tentang orang tuanya sakit saya bantah, memang 6 tahun lalu orang tuanya pernah mengalami operasi pada tulang belakang. Setelah itu tidak ada lagi," tegasnya.

Komentar

Tampilkan