Iklan

Suami Menikah Rahasia Usai Izin Melaut, Sartika Hancur Lihat Anaknya, Mertua Dukung Pelakor

Monday, April 13, 2026, 9:42 PM WIB Last Updated 2026-04-13T00:31:10Z
Suami Menikah Rahasia Usai Izin Melaut, Sartika Hancur Lihat Anaknya, Mertua Dukung Pelakor
Ringkasan Berita:
  • Perkara Sartika, seorang perempuan dari Kota Medan, melaporkan ke polisi setelah suaminya menikah lagi secara diam-diam dan menuduhnya.
  • Kronologis Sartika mengetahui adanya perselingkuhan tersebut
  • Pengakuan Sartika mengenai kondisi anak-anaknya akibat isu yang menjadi perbincangan di media sosial

Seorang perempuan melaporkan ke polisi setelah suaminya menikah lagi secara diam-diam dan memiliki anak.

Perempuan yang menjadi korban adalah Sartika br Hutauruk, penduduk Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Seorang ibu yang memiliki tiga anak mengakui bahwa saat ini ia sedang menghadapi masalah dalam rumah tangganya, yang akhirnya menjadi perbincangan publik.

Ia merasa malu dan sedih melihat keadaan anak-anaknya.

Saat diwawancara di sekitar Jalan H.M Said, Kota Medan, Jumat (10/4/2026), Sartika mengatakan bahwa masalah yang ia alami dimulai ketika suaminya yang berinisial RT pamit pergi berlayar.

Karena latar belakang suaminya sebagai nelayan, ia mengatakan telah memberikan izin kepada suaminya untuk kembali berlayar pada Februari 2020.

Awalnya suami saya meminta izin untuk melakukan perjalanan laut pada bulan Februari tahun 2020. Suami saya sebenarnya memiliki latar belakang sebagai pelaut, dan saat itu dia ingin berangkat ke Batam," kata Santika, seperti dikutip dari TribunMedan.

Sejak suaminya pergi berlayar, Santika mengatakan hubungannya dengan suaminya tetap berjalan dengan baik.

Meskipun terkadang menghadapi kendala jaringan dan kesibukan pekerjaan sang suami, komunikasi keduanya tetap cukup intens.

Namun, beberapa bulan kemudian intensitas komunikasi antara Santika dan suaminya perlahan mulai menurun.

Momen Mengetahui Perselingkuhan Suaminya

Puncaknya, pada bulan Juli 2021, ibu yang memiliki tiga anak ini mengalami sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Keyakinannya mengizinkan suaminya mencari rezeki di laut, justru dijawab dengan tindakan pengkhianatan.

Seperti terkena sambaran petir di siang hari, ia menceritakan bahwa saat itu ponselnya berdering tanda ada pesan masuk.

Semoga kabar baik dari suaminya justru menjadi pukulan berat yang menghilangkan rasa rindunya pada suaminya.

Tidak heran, ketika pesan dari nomor yang tidak dikenal dibuka, ia menemukan sebuah foto yang terasa familiar baginya.

Di dalam foto tersebut, justru terlihat wajah suami yang sedang berfoto bersama seorang perempuan yang juga membawa seorang anak.

Perempuan yang sama sekali tidak ia kenal, terlihat cukup mesra bersama pasangannya.

Ia (suami) menceritakan tentang adanya covid, sehingga ia tidak bisa kembali ke rumah. Akhirnya terbongkar, wanita ini ternyata yang mengirimkan foto kebersamaan mereka kepadaku melalui nomor lain. Jelas saja saya langsung kaget, bagaimana mungkin suami saya berfoto dengan perempuan dan anak itu," katanya.

Masih sulit dipercaya, ia langsung mencoba memverifikasi kebenaran foto yang dikirim oleh perempuan dengan inisial LP melalui beberapa akun media sosial.

Dikatakan, ia mengetahui akun media sosial dari perempuan yang diduga sebagai Pelakor suaminya ini melalui watermark foto yang dikirim.

"Di dalam foto tersebut terdapat nama miliknya, lalu saya mencari di media sosial, saya menemukan akun Facebooknya. Terungkaplah perselingkuhan mereka melalui media sosial. Ternyata sudah banyak foto mereka berdua dengan anak tersebut yang diunggah sendiri di akun Facebooknya," katanya.

Merasa Difitnah Keluarga Suaminya

Isu perselingkuhan suaminya menjadi viral di media sosial, di mana ia menyatakan bahwa suami dan keluarga suaminya telah menyusun narasi yang seolah-olah menyalahkan Sartika atas perselingkuhan suaminya.

Di mana, keluarga suaminya menuduhnya jika dia yang lebih dulu berselingkuh dengan pria lain saat suami pergi berlayar.

"Yang sebenarnya, perselingkuhan dilakukan oleh mereka. Bersama suami saya dan perempuan tersebut. Sehingga terjadi perzinaan yang mereka lakukan dan diberitakan hingga memiliki satu anak," katanya.

Dikabarkan, proses pernikahan suaminya dengan selingkuhan telah dilakukan pada bulan November tahun 2021.

Bahkan sebelum menikah, ia mengetahui bahwa perempuan tersebut telah melahirkan anak yang diduga merupakan hasil hubungan terlarang dengan suaminya pada bulan Juni 2021.

"Dan pada tahun 2021 hingga saat ini belum ada keputusan perceraian kami, suami saya dan perempuan ini telah memiliki anak yang lahir tepatnya pada bulan Juni tanggal 7 tahun 2021. Akhirnya, pada akhir tahun 2021 bulan November mereka menikah di Batam," katanya.

Karena kasusnya belum juga terselesaikan, ia mengakui bahwa telah melaporkan dugaan perselingkuhan suaminya tersebut ke Polres Barelang, Polda Kepulauan Riau pada Jumat (20/3/2026) lalu.

Ia menyampaikan, hingga saat ini laporan tersebut telah diterima oleh Polres Barelang dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.

"Saya sudah melaporkannya di Batam, prosesnya masih dalam tahap pemeriksaan," kata perempuan yang mengenakan pakaian berwarna hitam ini.

Mertua Dukung sang Pelakor

Pada kejadian yang dialami Sartika, ia mengatakan semakin terpojok karena keluarga suaminya justru mendukung tindakan selingkuh suaminya.

Bahkan, ibu mertuanya justru mengawinkan putrinya dengan selingkuhan yang telah merebut suaminya dari genggamannya.

"Mertua saya mendukung tindakan anaknya yang menikahkan kembali putranya, sementara saya masih dalam status menantu, dan suami saya tetap sah. Keluarga dari pihak suami saya juga tidak lagi menganggap anak saya sebagai cucu mereka," katanya.

Ia mengatakan, ketika suaminya menikah, ia masih menjalin hubungan pernikahan dengan ayah dari tiga anaknya tersebut.

Ia mengakui, hingga saat ini ia masih menjalin hubungan pernikahan dengan suaminya meskipun pengadilan pernah mengizinkan perceraian mereka.

"Surat keterangan perceraian kami sempat dikeluarkan pada tahun 2022. Akhirnya kami kembali rujuk karena surat keterangan perceraian kami dibatalkan pada bulan November 2022. Kami rujuk pada bulan Desember 2022, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengeluarkan surat keterangan terbaru pada tahun 2023," katanya.

Karena kasus ini telah menjadi perhatian publik, ia mengakui kondisi mentalnya serta ketiga anaknya saat ini sudah cukup terganggu.

Di mana, isu mengenai kasus keluarganya telah menyebar di berbagai media sosial, sehingga membuat anaknya semakin sedih.

"Saya ingin masalah ini segera selesai. Karena saya merasa malu, saya sendiri merasa malu apalagi anak saya. Karena ini terus dibicarakan oleh media setiap hari, setiap hari seperti itu," katanya.

Berita Lain

Seorang laki-laki ditangkap oleh warga setelah diduga melakukan perselingkuhan dengan istri orang di Dusun Murtapa, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, pada hari Minggu (18/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Warga melakukan tindakan tersebut setelah muncul dugaan mengenai keberadaan sepeda motor yang terparkir di semak-semak dekat permukiman.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, kecurigaan muncul ketika seorang warga bernama Selabi (65) menemukan sepeda motor Honda Beat yang terparkir di tempat yang tidak biasa sekitar pukul 01.00 WIB.

Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya kendaraan tersebut.

Saat berjalan di sekitar lingkungan, penduduk merasa curiga terhadap sebuah rumah yang lampu depannya tidak menyala.

Setelah dilakukan pemeriksaan, penduduk menemukan seorang lelaki asing yang bersembunyi di bagian atap kamar rumah tersebut dan segera membawanya ke tempat aman.

Baru-baru ini diketahui, pria tersebut diduga datang untuk bertemu dengan seorang wanita bernama SH, yang merupakan istri dari pemilik rumah. Pada saat kejadian, suami SH yang bernama M sedang tidak berada di rumah.

Warga juga memverifikasi bahwa sepeda motor Honda Beat berwarna hitam dengan kombinasi pink yang ditemukan di semak-semak adalah milik pria yang ditangkap tersebut.

Kondisi sempat memburuk hingga terjadi pembicaraan antara masyarakat dengan pihak kepolisian.

Setelah dilakukan komunikasi oleh petugas Polsek Omben, sekitar pukul 04.15 WIB, warga akhirnya setuju untuk menyerahkan pria yang ditahan beserta barang bukti kepada aparat kepolisian.

Kepala Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan bahwa, pemilik rumah yang menjadi korban, M (30), secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sampang agar ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pada kejadian tersebut, pihak kepolisian menetapkan dua orang sebagai tersangka pelaku, yaitu seorang pria dengan inisial AA (30), warga Desa Sogian Timur, Kecamatan Omben, Sampang.

"Termasuk perempuan dengan inisial SH (27), yang merupakan istri dari korban. Namun, SH dilaporkan kabur saat warga melakukan penggeledahan di rumah," katanya.

Saat ini, tersangka AA sedang ditahan di Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Satuan Reserse Kriminal.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap sepenuhnya peristiwa ini," ujarnya.

Komentar

Tampilkan