MADIUN, Newsindonesia - SMK Negeri 5 Madiun menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman melalui kegiatan penandatanganan komitmen bersama pencegahan perundungan, kekerasan, dan pelecehan seksual, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di aula sekolah dan diikuti guru, karyawan, serta perwakilan komite sekolah.
Kepala SMKN 5 Madiun Rofiq Ali Muhsin membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang belajar yang memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik.
Karena itu, seluruh warga sekolah diharapkan berperan aktif menjaga suasana yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari tindakan yang merugikan orang lain.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun karakter. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi perundungan, kekerasan, maupun pelecehan seksual di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurut Rofiq, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui aturan tertulis, melainkan harus diwujudkan dalam budaya keseharian.
Guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua perlu bersinergi agar tercipta ekosistem pendidikan yang ramah dan berkeadaban.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin meningkatkan kesadaran seluruh unsur di lingkungan sekolah mengenai pentingnya perlindungan terhadap peserta didik.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menciptakan sekolah aman merupakan tugas bersama.
Acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai simbol komitmen nyata seluruh warga sekolah.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa SMKN 5 Madiun terus bergerak menghadirkan program-program positif demi mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan bebas kekerasan. (ADV/Aring Sisdiyono/Reno Ari Sis Pratama)



