
Kepolisian Resor Siak menetapkan seorang guru dengan inisial IP sebagai tersangka terkait kematian seorang siswa kelas IX di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Siak, Riau. Korban meninggal setelah senapan tiga dimensi yang ia buat untuk ujian praktikum tiba-tiba meledak.
Kepala Kepolisian Resor Siak, Ajun Komisaris Besar Sepuh Ade Irsyam Siregar menyebutkan bahwa guru pengawas ujian tersebut dianggap melakukan kelalaian yang menyebabkan korban meninggal.
IP diduga memahami cara kerja dan dampak dari penggunaan senapan tersebut yang mampu menghasilkan ledakan. "Namun, tersangka tetap memberikan izin kepada korban untuk mencobanya di lapangan hingga terjadi kejadian yang menyebabkan kematian ini," kata Ade pada Selasa, 14 April 2026.
IP dituntut dengan Pasal 474 Ayat (3) KUHP karena kelalaiannya menyebabkan kematian seseorang. "Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 5 (lima) tahun atau denda kategori V," kata Ade dalam keterangannya yang diterima.Tempo.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad sebelumnya menyampaikan, ledakan terjadi ketika korban sedang memperagakan penggunaan senapan tersebut di depan gurunya. "Terjadi ledakan yang sangat keras," kata Pandra pada Jumat, 10 April 2026.
Akibat ledakan itu, peluru kecil yang ada di dalam senapan rakitan menembus kepala korban. "Menembus hingga ke belakang kepala dan mengeluarkan darah," ujar Pandra melalui panggilan telepon kepada Tempo.
Setelah kejadian, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siak guna mendapatkan pertolongan. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. "Dokter mengira korban sudah meninggal saat dalam perjalanan," kata Pandra.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Siak, Ajun Komisaris Raja Kosmos Parmulais mengatakan, kejadian berawal dari jadwal ujian praktik di sekolah tersebut. Seluruh siswa dibagi menjadi lima kelompok dan diminta memperlihatkan hasil karyanya untuk pelajaran sains.
Terdakwa diketahui merakit senapan 3D sebagai hasil dari proyek kelompok. Namun, anggota kelompok lain diduga tidak memahami cara kerja senapan tersebut. Bahkan pada saat kejadian, korban justru meminta teman-temannya untuk menjauh.
Saat tembakan dilakukan, senapan buatan sendiri tiba-tiba meledak dan menghasilkan asap yang diikuti terlepasnya berbagai bagian dari senapan tersebut. "Bagian-bagian senapan rakitan terlempar dan mengenai aula sekolah, dinding kelas, serta kepala korban," kata Kosmos dilansir dari Antara.