Ringkasan Berita:
- Sejak kecil, Syifa Hadju besar dan dididik oleh seorang ibu yang menjalani peran sebagai orang tua tunggal.
- Di pikiran Syifa, kehadiran seorang pria bukanlah suatu keharusan, hingga ia pernah meragukan akan pernikahan.
- Akhirnya, sosok ayah tiri muncul dan secara perlahan mengubah perspektif Syifa Hadju mengenai pernikahan.
Sejak kecil, Syifa Hadju besar di lingkungan yang sederhana tetapi penuh dengan ketekunan.
Ia tumbuh di bawah asuhan seorang ibu yang menjalankan peran sebagai orang tua tunggal dengan segala kekuatan dan pengorbanan yang sering kali tidak terlihat.
Di dalam rumah tersebut, Syifa mulai belajar mengenai kemandirian sejak usia muda.
Tidak hanya tentang bertahan hidup, tetapi juga bagaimana berdiri tegak tanpa memerlukan bantuan siapa pun.
Ibu dengan pendekatan yang keras tetapi penuh kasih, menanamkan satu prinsip yang selalu melekat dalam diri Syifa. Bahwa kehidupan tidak boleh bergantung pada orang lain.
"Ibu saya sangat mengajarkan saya untuk tidak pernah bergantung pada siapa pun," ujar Syifa di Grace Tahir.
Di dalam pikiran Syifa, kehadiran seorang pria bukanlah suatu keharusan.
Ia merasa cukup dengan dirinya sendiri, kemampuannya, serta tekad yang ia bentuk secara perlahan.
Saya tidak merasa ada kebutuhan untuk membutuhkan figur laki-laki di awal. 'Saya pikir saya bisa bekerja sendiri, mencari uang sendiri,' katanya.
"Saya benar-benar tidak pernah memikirkan pernikahan sama sekali," lanjut Syifa.
"Aku ingin bekerja. Agar saya bisa membangun masa depan untuk diriku, untuk dia, saudara perempuanku," lanjutnya.
Namun kehidupan, seperti yang sering terjadi, memiliki cara tersendiri untuk memberikan kejutan.
Akhirnya, sosok ayah tiri muncul dan secara perlahan mengubah perspektif Syifa Hadju mengenai pernikahan.
"Pas akhirnya aku bertemu ayahku yang sekarang, oh ternyata menyenangkan memiliki seseorang, lebih baik lagi," katanya sambil tersenyum.
"Saya juga awalnya tidak memiliki contoh hubungan yang baik, jadi mungkin itu (pernikahan) bukan menjadi prioritas utama saya," katanya.
Dari sosok ayah tiri Syifa, ia memahami bahwa menikah tidak berarti sepenuhnya bergantung pada pasangan.
"(Pemikiran) pernikahan menjadi tergantung pada seseorang," tidak seperti itu ternyata," kata Syifa.
"Akhirnya aku belajar sampai merasa seperti yang aku inginkan, yaitu menikah dan memiliki keluarga," ujar Syifa Hadju.
Sebagai informasi, ayah tiri Syifa Hadju ialah Andre Ariyantho.
Ia merupakan sosok yang dekat dengan dunia hiburan. Andre pernah bekerja di rumah produksi Mega Kreasi Films yang biasa menghasilkan sinetron dan FTV.
Tokoh Andre Ariyantho juga berperan penting dalam karier sebagai pembawa acara Raffi Ahmad, sebagaimana diungkapkan Raffi yang mengenalnya selama 20 tahun.
"Pada masa syuting sinetron dulu, ketika Baim Cilik masih sangat kecil, bersama almarhum Olga Syahputra, dan masih banyak lagi sinetron-sinetron lainnya yang pernah kita kerjakan bersama, hingga akhirnya kita jarang bertemu lagi karena sudah berbeda bidang pekerjaan hehe sampai perjalanan panjang di dunia yang penuh dengan kisah ini," tulis Raffi di media sosialnya.
Di sisi lain, Syifa Hadju menikah dengan El Rumi pada 26 April 2026 setelah menjalin hubungan pacaran sekitar dua tahun.
Pada prosesi akad pernikahan, Syifa mengandalkan wali hakim sebagai pengganti wali keluarga, sehingga semua syarat pernikahan tetap terpenuhi sesuai ajaran agama dan peraturan hukum yang berlaku.
"Ya (dengan wali hakim), karena ayahnya tidak hadir kan," kata Adhyaksa kepada wartawan.
Diolah dari artikel Kompas.com