Iklan

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Pengganti Pasokan Minyak

Tuesday, April 28, 2026, 2:51 PM WIB Last Updated 2026-04-28T09:08:33Z

Jakarta, IDN Times- Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, segera mencari pasokan minyak bumi dari berbagai negara sebagai bahan baku plastik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebutkan bahwa instruksi ini diberikan sebagai langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan bahan baku untuk sektor industri dalam negeri.

"Presiden juga meminta kepada Menteri ESDM untuk mencari sumber-sumber minyak yang lain," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

1. Pemerintah berencana agar pasokan minyak baru segera dapat diakses

Mengenai pembelian minyak bumi, pemerintah saat ini sedang berusaha menemukan sumber pasokan baru. Pasokan tersebut diharapkan dapat tersedia pada bulan Mei mendatang. Namun, pemerintah tetap mengawasi perkembangan dan situasi yang terjadi selanjutnya.

"Itu mengenai NAFTA, saat ini sedang dicari solusinya, targetnya sebenarnya kita berharap pada bulan Mei. Nanti kita lihat kembali," kata Airlangga.

Mengenal NAFTA yang Menyebabkan Kenaikan Harga Plastik di Dalam Negeri

2. Bebaskan bea impor LPG sebagai bahan baku industri

Sebagai tindakan pencegahan, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menghilangkan bea masuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari 5 persen menjadi 0 persen.

Kebijakan ini diambil agar kilang minyak (refinery) di dalam negeri mampu mendapatkan bahan baku alternatif untuk mengganti nafta, mengingat LPG sangat diperlukan untuk memastikan kelangsungan produksi plastik.

"Maka nanti Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan akan menyiapkan Permenperin serta PMK-nya," katanya.

3. Sebagai tanggapan terhadap dampak konflik Laut Hormuz

Airlangga menjelaskan, kebijakan ini merupakan salah satu hasil dari keputusan rapat yang sebelumnya telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Intervensi melalui kebijakan tarif bea masuk LPG terutama ditujukan untuk sektor petrokimia. Tindakan ini dilakukan karena industri tersebut mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan nafta akibat dampak perang yang terjadi di Selat Hormuz.

"Intervensi kebijakan tarif untuk bea masuk LPG terutama ditujukan pada industri petrokimia yang mengalami kesulitan mendapatkan minyak bumi akibat adanya konflik di Selat Hormuz," katanya.

Pemerintah Menghapus Pajak Impor LPG dan Bahan Baku Pembuatan Plastik
Komentar

Tampilkan