
, BINTUNI -Kegiatan donor darah yang diadakan mendadak dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mendapat sambutan antusias dari masyarakat serta pejabat setempat di Teluk Bintuni.
Kegiatan tersebut diadakan di lapangan Gedung Serba Guna (GSG) Distrik Bintuni, Teluk Bintuni, Papua Barat, pada hari Sabtu tanggal 4 April 2026.
Inisiatif ini dianggap sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit yang selama ini masih kurang.
Ketua Tim Kesehatan Panitia MTQ XI, Dr Novita Panggau, menyebutkan bahwa kegiatan donor darah tersebut sebenarnya tidak dijadwalkan.
Melihat jumlah peserta yang cukup banyak, panitia mengambil inisiatif untuk mengundang mobil unit transfusi darah (UTD) ke lapangan GSG.
"Sebenarnya kegiatan transfusi darah ini dilakukan secara mendadak dan tidak direncanakan. Karena banyak masyarakat yang hadir, kami merasa tidak salah jika menghadirkan mobil UTD untuk menarik para pendonor," katanya.
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, ikut serta dalam kegiatan donor darah.
Begitu pula sejumlah kepala dinas dan panitia MTQ XI Teluk Bintuni.
Meski tidak menetapkan angka tertentu, Novita Panggau berharap kegiatan tersebut mampu mengumpulkan sekitar 20 kantong darah.
"Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni masih mengalami kekurangan persediaan darah. Banyak pasien yang memerlukan, sementara ketersediaan belum memadai. Penambahan 20 kantong darah sangat berharga," ujarnya.
Sasar Kantor Pemerintah
Selanjutnya, kata Novita Panggau, layanan donor darah ditujukan kepada kantor-kantor pemerintah.
Ia bersama rekan-rekannya akan memohon dukungan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, dalam merealisasikan rencana ini.
Selain membantu orang lain, dikatakan bahwa donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan pendonor.
Sebelum melakukan donor darah, setiap pendonor terlebih dahulu mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran kadar hemoglobin (Hb).
"Kegiatan donor darah merupakan hal yang baik. Kita dapat mengetahui kondisi kesehatan tubuh kita, karena sebelum melakukan donor dilakukan pemeriksaan," kata Novita Panggau.
Pada hari Sabtu (4/4/2026), seorang pejabat diminta menunda pendonoran darah karena tekanan darahnya sedang cukup tinggi.
Kegiatan donor darah akan berlangsung hingga 8 April 2026 di posko kesehatan MTQ XI Teluk Bintuni.
Tantangan
Selama kegiatan donor darah, tim kesehatan mengidentifikasi kendala dalam memperoleh golongan darah tertentu.
"Jenis darah yang dianggap langka adalah AB. Darah jenis A dan B juga seringkali sulit ditemukan. Meskipun golongan O lebih umum, terkadang masih kurang tersedia," ujar Novita Panggau.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, UTD Teluk Bintuni memiliki data dan informasi kontak para pendonor golongan darah AB, A, dan B.
Orang dengan golongan darah tersebut biasanya tidak disarankan untuk donor secara terlalu sering, sehingga mereka akan dihubungi ketika benar-benar diperlukan.