- Prestasi luar biasa kembali dicatatkan oleh tim peneliti Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam kompetisi internasional The 17th Malaysia Chem E-Car Competition 2026.
Membawa prototipe kendaraan yang menggunakan bahan kimia bernama Dodit, tim ini memperoleh dua penghargaan, yaitu Juara 2 untuk Kategori Poster dan gelar Juara 5 untuk Kategori Kinerja Mobil.
Kepala Tim Riset Spektronics ITS yang tidak berkeahlian teknis, Nayla Muli Fathia menyatakan bahwa mobil Dodit ini telah diproduksi selama lima bulan terakhir. Ia mengungkapkan kepuasan terhadap dua penghargaan yang diraih.
“Kami sangat puas karena berhasil meraih dua penghargaan yang melebihi harapan,” kata mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS angkatan 2024 dengan bangga di Surabaya, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan bahwa Dodit generasi Spektronics 32 memiliki keunggulan dalam keseimbangan antara kinerja dan ketahanan yang baik. Kendaraan ini dilengkapi dengan transmisi khusus serta struktur kokoh untuk memastikan stabilitas dalam berbagai kondisi jalan.
Selain itu, strukturnya dirancang sangat kokoh dan kuat. Dengan demikian (Mobil Dodit) mampu mempertahankan keseimbangan serta menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi permukaan jalan secara cepat,” tambahnya.
Nayla mengakui bahwa perjalanan meraih juara penuh dengan tantangan, terutama terkait perbedaan sistem penilaian di setiap tahap serta keharusan melakukan kalibrasi ulang mobil Dodit langsung di lokasi kompetisi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Tim Riset Spektronics menerapkan prosedur operasional standar yang ketat serta pengambilan keputusan berdasarkan data. Tindakan ini membantu menjaga stabilitas sistem dan memastikan kendaraan kembali dalam kondisi optimal dalam waktu singkat.
Inovasi mobil Dodit mendukung tujuan SDGs nomor 9 mengenai industri dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi kimia yang efisien. Selain itu, hal ini juga selaras dengan SDGs nomor 12 karena menghasilkan limbah kimia yang lebih sedikit.
Selain Nayla, prestasi ini dihasilkan dari usaha keras tim lintas jurusan ITS. Di antaranya Rifki Zauhar, Davlin Karnadi, dan Stanley Hendrata yang juga berasal dari Departemen Teknik Kimia ITS.
Selanjutnya, Khonuri Salsabilla dari Departemen Teknik Kimia Industri ITS, Ilham Zain Muttaqin dari Departemen Teknik Instrumentasi ITS, serta Audy Febi Narendra dari Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS.
Tim ini secara langsung dibimbing oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS, Prof. Juwari. “Semoga ITS terus menjadi kampus yang mendorong lahirnya inovasi baru sebagai Home of Champions,” tutup Nayla.