Iklan

Milad IMM ke-62, Walikota Samarinda Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial

Monday, April 6, 2026, 3:00 AM WIB Last Updated 2026-04-06T08:35:22Z
Milad IMM ke-62, Walikota Samarinda Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial
Ringkasan Berita:
  • Andi Harun hadir sebagai narasumber dalam perayaan Milad IMM yang ke-62 di Samarinda.
  • Ia menekankan tiga dasar utama: pendidikan, etika, serta dampak masyarakat.
  • IMM diharapkan menjadi penggerak perubahan sosial dalam masyarakat.

, SAMARINDA- Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir dalam acara perayaan Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang diselenggarakan bersamaan dengan halal bihalal di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, pada malam Jumat (3/4/2026).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua ESDM DPP IMM Muhammad Idil, Ketua PWM Kaltim K.H. Siswanto, perwakilan Foksi IMM Kaltim, serta Ketua Umum DPD IMM Kaltim Andri Rifandi.

Pada kesempatan tersebut, Andi Harun hadir sebagai narasumber dan menyampaikan beberapa pesan penting kepada anggota IMM sebagai bagian dari gerakan mahasiswa Islam.

"Saya diundang sebagai pembicara dalam perayaan Milad IMM yang ke-62. Saya menyampaikan pesan agar IMM tetap memperkuat perannya sebagai gerakan mahasiswa Islam," katanya.

Tiga Prinsip Utama Gerakan IMM

Ia menekankan tiga pilar utama yang perlu menjadi dasar dari gerakan IMM, yaitu keunggulan akademis, integritas moral, serta dampak sosial.

"Yang pertama adalah keunggulan akademik, yang berarti kualitas pendidikan harus melebihi rata-rata. Kedua integritas moral, IMM harus menghargai nilai etika dan spiritual. Ketiga dampak sosial, keberadaan IMM harus benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, kehadiran organisasi mahasiswa tidak cukup hanya bersifat simbolis, melainkan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi hingga budaya.

"Jangan hanya sekadar hadir, tetapi harus memberikan pengaruh. Kehadiran tersebut harus bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Pengetahuan hingga Aksi Nyata

Pada paparannya, Andi Harun juga menguraikan kaitan antara pengetahuan, kesadaran, dan tindakan sosial.

Ia menganggap bahwa setiap pengetahuan akan melahirkan kesadaran, yang selanjutnya memunculkan kepekaan dan berakhir pada tindakan nyata.

"Setiap dasar pengetahuan menciptakan kesadaran. Kesadaran menghasilkan kepekaan, dan kepekaan akan memicu tindakan nyata. Dari sana perubahan sosial dapat muncul," katanya.

Ia juga merujuk pendapat ulama Hasan Al-Masri mengenai makna iman yang tidak hanya terbatas pada keyakinan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Keyakinan tidak hanya sekadar ucapan atau diam dalam hati, melainkan harus tertanam dalam jiwa dan dibuktikan melalui tindakan serta perubahan sosial di tengah masyarakat," katanya.

Tugas Mahasiswa dalam Kebudayaan Lokal

Selanjutnya, Andi Harun menghubungkan peran mahasiswa dengan perkembangan peradaban di Kalimantan Timur.

Menurutnya, peradaban muncul sebagai hasil dari respons kreatif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi secara bersamaan.

"Peradaban muncul sebagai jawaban terhadap tantangan yang dihadapi. Tidak bisa dicapai dengan mudah, melainkan melalui perjuangan yang dilalui bersama. Oleh karena itu, pergerakan kolektif sangat penting dalam menciptakan perubahan sosial," tutupnya.

Melalui momen Milad IMM yang ke-62 ini, ia berharap para anggota mampu menjadi penggerak perubahan yang tidak hanya tangguh secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa empati sosial yang tinggi dalam membangun wilayah.(*)

Komentar

Tampilkan