Iklan

Mengapa Plat Nomor Jakarta B Bukan J? Ini Penjelasannya

Saturday, April 18, 2026, 3:22 AM WIB Last Updated 2026-04-17T23:17:22Z

Setiap kendaraan dilengkapi dengan plat nomor yang berfungsi sebagai identitasnya. Plat nomor biasanya terdiri dari kombinasi huruf dan angka. Biasanya, satu atau dua huruf pertama di sisi kiri menunjukkan asal kendaraan tersebut.

Terkadang, nomor kendaraan mengikuti huruf pertama dari nama sebuah wilayah. Namun, Jakarta tidak menggunakan "J", melainkan menggunakan huruf "B" pada platnya. Lalu,Mengapa plat nomor kendaraan Jakarta berawalan B bukan J?? Cari tahu jawabannya di artikel berikut ini!

1. Mengapa plat nomor kendaraan Jakarta menggunakan huruf B bukan J?

Terdapat sejarah panjang mengapa plat nomor kendaraan di Jakarta menggunakan huruf B, bukan J. Mari kita kembali ke tahun 1808 hingga 1811 ketika Indonesia masih dikenal dengan nama Hindia Belanda. Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang saat itu memimpin membagi karesidenan di Indonesia menjadi beberapa wilayah. Setiap wilayah diberi kode masing-masing, seperti A untuk Banten, B sebagai kode Jakarta, dan seterusnya.

Secara khusus, Pulau Jawa terbagi menjadi 23 wilayah utama (hoofdafdeeling) atau sering juga dikenal sebagai karesidenan (residentie). Selanjutnya, pada 1811—1816 kekuasaan di Indonesia berpindah kepada Inggris dan Sir Thomas Stamford Bingley Raffles menggantikan Daendels sebagai gubernur jenderal. Mulai saat itu, mulai diterapkan aturan tata kelola kendaraan, salah satunya dengan memaksa pemasangan plakat atau pelat nomor.

Penentuan nomor plakat ditentukan berdasarkan batalion yang berhasil menguasai suatu wilayah. Misalnya, pelat Surabaya adalah “L” karena dikuasai oleh Batalion L. Di sisi lain, Jakarta dikuasai oleh Batalion B sehingga pelatnya dimulai dengan huruf “B”. Jika terdapat wilayah yang dikuasai oleh dua batalion, maka nomor pelatnya terdiri dari dua huruf. Hal ini dapat dilihat dari pelat “AB” di Yogyakarta yang dikuasai oleh Batalion A dan B.

Aturan tersebut tetap dipertahankan ketika Indonesia kembali berada di bawah pemerintahan Belanda. Namun, Belanda memperbaiki sistemnya dengan memberikan nomor yang lebih terorganisir, perluasan penggunaan hingga ke wilayah lain, serta pemberian warna hitam pada plat nomor. Sampai saat ini, sistem tersebut masih digunakan.

2. Jenis pelat nomor

Selain nomornya yang berbeda, plat nomor juga terdiri dari berbagai macam. Setiap jenis dapat dikenali melalui warna dan kode yang berbeda. Pembagian jenis ini sangat penting karena dapat digunakan sebagai identifikasi untuk suatu kendaraan. Berikut beberapa jenis plat nomor:

  • Buku putih dengan tulisan hitamuntuk kendaraan pribadi, baik itu kendaraan beroda dua maupun empat. Dulu plat nomor memiliki warna hitam dengan huruf putih, namun warnanya mengalami perubahan sejak tahun 2021.

  • Bercak kuning dengan huruf hitammenunjukkan kendaraan umum, seperti angkot, bus, dan taksi.

  • Baju merah dengan huruf putihmenandakan kendaraan dinas pemerintah.

  • Baju hijau bertuliskan hitamdigunakan sebagai kendaraan di kawasan perdagangan bebas.

  • Pelat khusus atau diplomat digunakan pada kendaraan diplomatik, mobil presiden, atau lembaga internasional. Plat ini tidak mengikuti aturan nomor yang umum.

  • Plat militer digunakan pada kendaraan TNI/POLRI dan tidak mengikuti aturan plat nomor umum.

3. Tugas plat nomor kendaraan di Indonesia

Stiker bukan hanya angka yang terpampang pada kendaraan, karena sesungguhnya stiker ini memiliki peran yang sangat penting. Berikut beberapa di antaranya:

  • Identifikasi kendaraanDengan menggunakan plat nomor, kamu dapat mengetahui asal kendaraan tersebut.

  • Bukti legalitasKeberadaan nomor polisi menunjukkan bahwa kendaraan tersebut merupakan barang yang sah, terdaftar secara resmi, dan mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

  • Pendataan pajakNomor pelat berfungsi untuk mencatat dan mengidentifikasi sejarah pajak kendaraan.

  • Memudahkan penegak hukumKeberadaan polisi, TNI, dan pihak terkait dalam menyelesaikan berbagai kasus, seperti pencurian, pembunuhan, hingga penjualan barang ilegal.

  • Mendukung sistem transportasi dan keselamatanNomor pelat mempermudah penerapan sistem tilang elektronik, pengawasan lalu lintas, serta pemantauan kendaraan di jalan raya.

Sekarang kamu sudah memahami mengapa plat nomor kendaraan Jakarta berawalan B bukan J. Semoga penjelasan tersebut memperluas wawasanmu tentang sejarah dan dunia otomotif di Indonesia, ya.

FAQ mengenai mengapa plat nomor kendaraan Jakarta B bukan J

Question

Answer

Apakah area pelat B hanya mencakup Kota Jakarta?

Tidak, area B mencakup kawasan Jabodatabek, meliputi Kota Jakarta, Kepulauan Seribu, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Apakah ada daerah yang menggunakan huruf J?

Tidak ada sistem kode utama di Indonesia yang menggunakan huruf J.

Apakah kendaraan perlu memiliki plat nomor?

Tentu, jika tidak memiliki plat nomor maka kendaraan dapat dikenakan denda karena melanggar peraturan hukum.

Cara dan Biaya Membuat Plat Nomor Hilang, Berikut Persyaratannya 50 Konsep Kombinasi Plat Nomor Kendaraan, Menarik dan Berbeda 5 Cara Membuat Plat Nomor Kendaraan dan Masa Berlakunya
Komentar

Tampilkan