Iklan

Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Digelar di Bali, Ini Pernyataan Liana Tasno

Tuesday, April 21, 2026, 5:52 AM WIB Last Updated 2026-04-20T22:07:46Z
Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Digelar di Bali, Ini Pernyataan Liana Tasno
Ringkasan Berita:
  • Pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta secara resmi dialihkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali
  • Menurut Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, faktor keamanan, ketertiban, dan kenyamanan tetap menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pertandingan.
  • Manajemen menyadari kekecewaan para penggemar, tetapi Liana menekankan bahwa yang dibutuhkan oleh tim saat ini adalah dukungan yang positif, bukan perselisihan.
 

, YOGYA -Ketua Umum PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, menyatakan bahwa klub menghargai keputusan pihak kepolisian dan seluruh instansi terkait, mengenai perubahan tempat pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta.

Menurutnya, faktor keamanan, ketertiban, dan kenyamanan tetap menjadi hal utama dalam penyelenggaraan pertandingan.

Laga kandang PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 telah dipastikan dihelat di tempat lain.

Pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung pada Rabu (22/4/2026) kini dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali dan akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton.

Yuliana mengakui, bermain di luar Yogyakarta bukanlah pilihan yang tepat untuk tim.

Sebagai tuan rumah, PSIM Yogyakarta pasti menginginkan tampil di depan para pendukungnya sendiri.

Namun, penggunaan stadion di Bali dianggap sebagai solusi teknis agar pertandingan tetap bisa berlangsung sesuai rencana.

"Ini bukan berarti menjauh dari Jogja, tetapi tanggung jawab kami dalam menjaga jalannya kompetisi dan nama besar PSIM," katanya, Senin (20/4/2026).

Pihak manajemen juga menyadari kekecewaan para penggemar terhadap kondisi ini.

Namun, Yuliana menekankan bahwa yang diperlukan oleh tim saat ini adalah dukungan yang positif, bukan perpecahan.

Ia juga memastikan klub akan terus berupaya agar PSIM Yogyakarta bisa kembali tampil di kandang sendiri pada kesempatan selanjutnya, serta memperkuat komunikasi dengan semua pihak terkait.

"Kami yakin para pendukung PSIM adalah penggemar yang setia, bijak, dan mencintai klub dengan hati yang besar. Mari hadapi situasi ini dengan cara yang anggun," tambahnya.

Penjelasan Panpel PSIM

Pemindahan lokasi keputusan diambil setelah dilakukan penilaian menyeluruh terhadap kesiapan sarana di Bantul.

Ketua Panitia Pelaksana PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menyampaikan bahwa seluruh persiapan awal sebenarnya sudah selesai, termasuk izin dan kesiapan operasional di Stadion Sultan Agung.

"Namun, setelah koordinasi yang intensif dan mempertimbangkan saran dari pihak kepolisian serta terkait, kami menyimpulkan bahwa kapasitas SSA saat ini belum memadai untuk menampung antusiasme penonton yang tinggi," katanya.

Pihak manajemen pernah mencari alternatif lapangan yang lebih dekat dengan Yogyakarta, termasuk Stadion Jatidiri.

Namun, pilihan tersebut tidak terwujud karena terkendala jadwal yang telah lebih dahulu penuh.

Sebagai alternatif, perpindahan ke Bali diputuskan agar kompetisi tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Namun demikian, pertandingan harus dihelat tanpa kehadiran penonton sebagai bagian dari perjanjian izin dengan pihak berwenang setempat.

Menurut Wendy, tindakan ini diambil guna mencegah kemungkinan sanksi administratif atau pengurangan poin yang dapat memengaruhi posisi PSIM Yogyakarta dalam klasemen.(*)

Komentar

Tampilkan