Iklan

Kenaikan Harga Komoditas Maluku, Inflasi Tahunan Capai 3,40 Persen

Monday, April 6, 2026, 3:07 AM WIB Last Updated 2026-04-06T09:04:44Z
Kenaikan Harga Komoditas Maluku, Inflasi Tahunan Capai 3,40 Persen
Ringkasan Berita:
  • Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyampaikan bahwa pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 3,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,80 pada Maret 2025 menjadi 111,46 pada Maret 2026.
  • Sementara tingkat deflasi bulanan sebesar 0,75 persen dan tingkat inflasi tahunan sebesar 0,58 persen.
  • Inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga yang ditandai dengan meningkatnya 10 indeks kelompok pengeluaran.

Liputan Jurnalis, Maula M Pelu

AMBON, Secara umum, perubahan harga berbagai komoditas pada bulan Maret 2026 dibandingkan dengan Maret 2025 menunjukkan arah kenaikan.

Data ini didasarkan pada hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku di tiga kabupaten/kota, yaitu Tual, Ambon, dan Maluku Tengah.

Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyampaikan bahwa pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 3,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,80 pada Maret 2025 menjadi 111,46 pada Maret 2026.

Sementara tingkat deflasi bulanan sebesar 0,75 persen dan tingkat inflasi tahunan sebesar 0,58 persen.

Inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga yang ditandai dengan meningkatnya 10 indeks

kelompok pengeluaran, yaitu: 

- Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencapai 9,55 persen;

- Kelompok layanan perawatan diri dan jasa lainnya mencapai 8,10 persen;

- Kelompok kesehatan sebesar 5,68 persen;

- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,37 persen;

- Kelompok pendidikan sebesar 2,84 persen;

- Sektor penyedia makanan dan minuman/restaurant meningkat sebesar 1,54 persen;

- Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,42 persen;

- Kelompok transportasi sebesar 0,67 persen;

- Kelompok perlengkapan, peralatan, dan perawatan rutin rumah tangga naik sebesar 0,64 persen;

- Kelompok informasi, komunikasi, dan layanan keuangan naik sebesar 0,18 persen.

Hanya kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki yang mengalami penurunan sebesar 1,64 persen.

Komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi y-on-y pada Maret 2026, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, bawang merah, beras, cabai rawit, rokok kretek mesin (SKM), ikan cakalang, labu siam/jipang, cabai merah, daging ayam potong, nasi dengan lauk, tarif rumah sakit, tarif penerbangan udara, biaya akademi/perguruan tinggi, kangkung, buncis, kopi bubuk, kacang panjang, sawi hijau dan rokok putih mesin (SPM).

Sementara komoditas yang berkontribusi pada deflasi y-on-y, antara lain: ikan layang/momar, ikan tongkol/komu, ikan selar/kawalinya, bensin, lemon, popok bayi sekali pakai/diapers, sabun mandi, tarif angkutan laut, sepatu pria, bawang putih, wortel, baju muslim wanita, ketimun, hand body lotion, ikan kembung/lema, sagu, baju kaos tanpa kerah/t-shirt anak, baju anak stelan, bayam dan sepatu anak.

Untuk komoditas yang paling berkontribusi terhadap deflasi m-to-m pada Maret 2026, antara lain: ikan layang/momar, ikan selar/kawalinya, ikan tongkol/komu, ikan cakalang, ikan tuna/tatihu, buncis, kacang panjang, tomat, tarif angkutan laut, sawi hijau, ketimun, lemon, bawang merah, emas perhiasan, telepon seluler, ikan asap, bawang putih, shampo, ikan kembung/lema dan talas/keladi.

Sementara komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi bulanan, antara lain: cabai rawit, cabai merah, bensin, kue kering, telur ayam, beras,

labu sri, rokok kretek mesin (SKM), daun ubi jalar, pisang, tahu mentah, gula pasir, bahan bakar rumah tangga, komputer/laptop, kentang, tarif transportasi udara, bunga pepaya, daging ayam pedaging, daun melinjo dan jeruk.

Pada Maret 2026, kelompok pengeluaran yang berkontribusi terhadap inflasi year-on-year, yaitu:

- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,20 persen;

- Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat sebesar 1,13 persen;

- Kelompok layanan perawatan diri dan jasa lainnya naik sebesar 0,68 persen;

- Sektor penyediaan makanan dan minuman/ restoran meningkat sebesar 0,12 persen;

- Kelompok kesehatan dan pendidikan masing-masing sebesar 0,11 persen;

- Kelompok transportasi sebesar 0,09 persen; Kelompok peralatan, perlengkapan dan perawatan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen;

- Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen;

- Kelompok informasi, komunikasi, dan layanan keuangan sebesar 0,01 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang berkontribusi terhadap deflasi y-on-y, hanya kelompok pakaian dan alas kaki dengan kontribusi sebesar 0,10 persen. (*)

Komentar

Tampilkan