Iklan

Kemenkes Selidiki Kematian Dokter Myta, Tim Turun ke RSUD Kuala Tungkal

Tuesday, May 5, 2026, 7:37 PM WIB Last Updated 2026-05-04T21:42:09Z
Kemenkes Selidiki Kematian Dokter Myta, Tim Turun ke RSUD Kuala Tungkal
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan mengirimkan tim ke Kuala Tungkal untuk melakukan penyelidikan terkait kematian dr Myta Aprilia Azmy.
  • Tim mengumpulkan informasi dan melakukan klarifikasi langsung dengan RSUD KH Daud Arif
  • Janji temu dengan pihak manajemen rumah sakit dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB.

, Jambi- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mengambil langkah investigasi dengan mengirimkan tim ke Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, pada Senin (4/5/2026), untuk menyelidiki secara langsung rangkaian kejadian yang terkait dengan kematian dr Myta Aprilia Azmy.

Keberadaan tim ini berfokus pada pengumpulan data di lapangan, klarifikasi dari berbagai pihak, serta pencarian prosedur penanganan saat almarhumah menjalani program magang di RSUD KH Daud Arif.

Tim Kemenkes rencananya akan mengadakan pertemuan dengan manajemen rumah sakit di pagi hari untuk mengetahui rangkaian kejadian serta memastikan aspek pengelolaan layanan dan pembimbingan peserta magang.

Kepala RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membenarkan rencana tersebut dan menyatakan bahwa waktu pelaksanaannya telah ditentukan. "Jadwalnya pukul 9," katanya singkat saat dimintai konfirmasi.

Meski begitu, pihak rumah sakit memutuskan untuk tidak mengungkap isi pembahasan yang akan dilakukan bersama tim Kemenkes.

Sahala menekankan bahwa penjelasan yang lebih rinci akan disampaikan oleh pihak berwenang setelah proses verifikasi selesai dilakukan.

"Kemudian saja, biarkan tim Kemenkes yang menjelaskan," katanya.

Sebelumnya, dunia kesehatan turut berduka atas kematian dr Myta Aprilia Azmy yang diketahui sedang menjalani masa magang di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Ia menghembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026) di ruang ICU Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif dalam keadaan kritis.

Berita yang beredar mengatakan bahwa kondisi kesehatan almarhumah memburuk sebelum akhirnya dikirim ke Palembang untuk pengobatan lebih lanjut.

Di sisi lain, muncul perhatian masyarakat mengenai kemungkinan adanya beban kerja yang berat selama masa tugas, meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan hal tersebut sebagai penyebab pasti kondisi yang terjadi.

Kementerian Kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh sebelum memberikan kesimpulan.

Sumber: Tribunjambi.com

Komentar

Tampilkan