Iklan

Informasi terbaru tentang tiga prajurit TNI korban serangan di Lebanon

Saturday, April 11, 2026, 8:12 PM WIB Last Updated 2026-04-11T00:34:02Z

, JAKARTA - Tiga anggota tentaraTNIdi bawah perlindungan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terluka akibat ledakan yang terjadi di posisi PBB di El Adeisse,Lebanon selatan, pada Jumat (3/4).

PBB memastikan bahwa anggota TNI tersebut dalam keadaan stabil.

"Dua anggota yang mengalami luka paling berat telah dibawa ke rumah sakit di Marjayoun, tempat mereka dilaporkan dalam kondisi stabil," kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers siang di Markas PBB, Senin waktu setempat.

Berdasarkan transkrip konferensi pers yang ditonton di Jakarta, Selasa, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB juga menyebutkan bahwa seorang petugas lain telah menerima pertolongan medis langsung di tempat kejadian, mengingat luka yang dialaminya tidak terlalu parah.

Akibat meningkatnya jumlah serangan yang menargetkan anggota UNIFIL serta tindakan Zionis yang merusak seluruh kamera pengawas di markas UNIFIL beberapa waktu lalu, PBB telah menyampaikan "kekhawatiran mendalam" kepada pasukan Zionis Israel.

"Kami mengimbau seluruh pihak untuk memenuhi kewajiban mereka sesuai hukum internasional dan menjamin keselamatan serta keamanan staf PBB setiap saat," kata Dujarric.

Mengenai perkembangan penyelidikan terhadap dua serangan yang terjadi di akhir Maret lalu dan menyebabkan tiga anggota UNIFIL asal Indonesia gugur, Dujarric menyatakan bahwa hasil penyelidikan masih dalam proses penyelesaian hingga saat ini.

Tiga anggota pasukan perdamaian dari Indonesia kembali menjadi korban akibat ledakan yang terjadi pada Jumat di El Addaiseh. Kejadian tersebut merupakan insiden serius ketiga yang memengaruhi personel Indonesia di UNIFIL.

Indonesia kehilangan tiga anggota TNI di Lebanon, yaitu Praka Farizal Rhomadhon yang meninggal dunia akibat tembakan artileri pada hari Minggu (29/3), diikuti oleh Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat mengawal konvoi pasukan yang diserang pada hari Senin (30/3).

Di sisi lain, lima anggota TNI lainnya yang cedera dalam dua kejadian tersebut adalah Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Semakin bertambahnya tiga anggota yang cedera akibat kejadian pada hari Jumat, hingga kini tercatat delapan prajurit TNI mengalami luka saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.(antara/jpnn)

Jangan Lebih Lanjut Melewatkan Video Pilihan Redaksi Ini:

Komentar

Tampilkan