Iklan

Imran Nahumarury Kritik Finishing, Peluang Terbuang Jadi Penyebab Kekalahan

Monday, April 27, 2026, 12:38 PM WIB Last Updated 2026-04-26T23:40:45Z
Imran Nahumarury Kritik Finishing, Peluang Terbuang Jadi Penyebab Kekalahan
Ringkasan Berita:
  • Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menekankan bahwa penyelesaian akhir menjadi tugas utama timnya setelah gagal mengubah peluang menjadi gol.
  • Ia juga mengakui keunggulan Borneo FC yang tampil lebih efisien dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang diperoleh.
  • Pemain Semen Padang FC, Riki Ariansyah, berpendapat bahwa kemampuan efektif di depan gawang menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan.
 

, PADANG– Kegagalan memaksimalkan kesempatan menjadi gol menjadi penyebab utama kekalahan Semen Padang FC saat menghadapi Borneo FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-29 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/4/2026) malam.

Pada pertandingan itu, tim Kabau Sirah harus pulang dengan kekalahan yang sangat telak 0-3, meskipun sempat menghasilkan beberapa kesempatan berbahaya sepanjang laga.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menekankan bahwa penyelesaian akhir menjadi tugas utama timnya setelah gagal mengubah peluang menjadi gol.

"Mereka tampil sangat luar biasa, meskipun beberapa kesempatan tidak berhasil diubah menjadi gol. Itu yang membedakan pertandingan ini," kata Imran.

Ia juga mengakui keunggulan Borneo FC yang tampil lebih efisien dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang diperoleh.

"Selamat kepada Borneo FC, mereka lebih siap dan lebih dewasa. Mereka mampu memanfaatkan peluang yang ada," katanya.

Pemain Semen Padang FC, Riki Ariansyah, berpendapat bahwa kemampuan efektif di depan gawang menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan.

"Siapa pun yang mampu memanfaatkan kesempatan, itulah yang akan memenangkan pertandingan," ujar Riki.

Meski kalah, Imran tetap menghargai usaha keras para pemainnya yang dianggap telah bermain optimal menghadapi tekanan dari tim tuan rumah.

Ia menekankan bahwa timnya akan segera melakukan peninjauan, khususnya terkait finishing dan keseimbangan dalam permainan.

"Yang jelas, serangan menjadi perhatian kami, termasuk bagaimana menyelesaikan akhir pertandingan. Selain itu, pertahanan dan transisi juga perlu diperbaiki," katanya.

Dengan lima pertandingan yang tersisa, Semen Padang FC masih memiliki kesempatan untuk meninggalkan zona degradasi. Imran memastikan timnya tidak akan menyerah dan akan berjuang hingga akhir musim.

"Memang tidak gampang, tetapi tidak ada yang mustahil. Kami akan terus berjuang sekuat tenaga," tutupnya.

Sebelumnya dilaporkan, Semen Padang FC harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Borneo FC setelah menderita kekalahan berat 0-3 dalam pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-29 di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengakui bahwa kemenangan Borneo FC memang layak diraih oleh tim lawan yang dinilai lebih siap sepanjang pertandingan.

"Pertama, selamat untuk Borneo FC, mereka layak menang, mereka lebih siap. Namun yang kedua, saya menghargai pemain saya. Mereka tampil luar biasa, meskipun beberapa kesempatan tidak bisa diubah menjadi gol," kata Imran setelah pertandingan.

Menurut Imran, para pemainnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan dan menghasilkan beberapa kesempatan.

Namun, gagal memanfaatkan kesempatan menjadi gol menjadi salah satu faktor yang membedakan dalam pertandingan tersebut.

Pemain Semen Padang FC, Riki Ariansyah, juga menyampaikan pendapat yang sama. Ia menganggap efisiensi sebagai faktor utama dalam meraih kemenangan pada pertandingan tersebut.

"Menurut saya, untuk pertandingan malam ini, itulah yang terjadi. Siapa pun yang mampu memanfaatkan kesempatan, akan menjadi pemenangnya," ujar Riki.

Mengenai jalannya pertandingan, Imran menganggap intensitas yang tinggi serta benturan yang terjadi di lapangan adalah hal yang wajar, mengingat laga tersebut mempertemukan dua tim yang memiliki kualitas yang tidak boleh dianggap remeh.

"Saya rasa dalam sepak bola hal tersebut lumrah. Terlebih ini pertandingan penting. Benturan-benturan yang terjadi wajar. Pemain saya juga telah bermain lebih keras, karena lawan kita tidak sembarangan, yaitu Borneo FC," ujarnya.

Ia menambahkan, Borneo FC tampil lebih dewasa dan sabar, serta mampu memanfaatkan kesempatan yang diperoleh, termasuk melalui situasi bola mati.

"Seperti sebelumnya, terdapat beberapa kesempatan yang seharusnya bisa berujung gol, tetapi tidak terwujud. Borneo lebih matang, lebih sabar, dan mereka mampu memanfaatkan setiap peluang yang mereka miliki," tambah Imran.

Berdasarkan hasil ini, Semen Padang FC masih terjebak di bagian bawah klasemen.

Namun, Imran menegaskan bahwa timnya belum menyerah, mengingat masih tersisa lima pertandingan dalam musim ini.

"Banyak hal yang perlu kita perbaiki. Bukan hanya saat kalah, tetapi juga saat menang kita tetap melakukan evaluasi. Yang jelas, serangan menjadi fokus utama, begitu pula dengan pertahanan, termasuk dalam transisi permainan," katanya.

Ia juga menyoroti kelemahan tim dalam memprediksi situasi set piece, yang berujung pada dua gol Borneo FC.

"Set piece juga mendapat perhatian. Dua gol tercipta dari situasi tersebut, ini harus terus diperbaiki," tegasnya.

Imran memastikan bahwa Semen Padang FC akan terus berjuang hingga akhir musim agar bisa keluar dari zona degradasi.

"Limabelas pertandingan tersisa memang tidak mudah, tetapi tidak ada yang mustahil. Kami telah berjanji, dalam segala situasi tidak boleh menyerah dan akan berjuang sekuat mungkin," tutupnya.

Komentar

Tampilkan