Pada masa lampau, burung bukan hanya sekadar hewan berkicau, dan singa bukan hanya binatang liar. Mereka dianggap sebagai pesan dari para dewa, penjaga dunia yang tak terlihat, atau simbol kekuatan yang misterius.
Dalam mitos dari berbagai belahan dunia, hewan berperan sebagai perantara antara manusia dan alam semesta. Mereka melambangkan kekuatan spiritual, elemen alam, serta nilai moral yang membentuk cara masyarakat kuno memahami hidup, kematian, dan hal-hal yang bersifat ilahi.
Simbolisme ini tidak hanya hadir dalam cerita, tetapi juga terukir dalam karya seni. Berikut 9 makna hewan dari mitos masa lalu.
1. Anubis
Di Mesir kuno, para dewa sering digambarkan dalam bentuk hewan yang menggambarkan kekuatan mereka. Lukisan dan ukiran hewan ini terdapat di makam, kuil, maupun benda-benda pemakaman, sehingga seni menjadi alat untuk menghubungkan keyakinan spiritual dengan keindahan visual.
Salah satu yang paling terkenal adalah Anubis, yang memiliki wajah anjing gurun atau serigala. Ia bertugas sebagai penjaga dunia arwah, pengawas proses pembuatan mumi, serta pelindung jiwa yang telah meninggal. Bentuknya sering digambarkan pada peti mati dan gulungan kematian.
2. Horus
Di Mesir kuno, Horus tampil perkasa sebagai burung elang atau manusia dengan kepala elang. Ia menjadi simbol kekuasaan raja, penyembuhan, perlindungan, matahari, dan langit. Bentuknya sering muncul dalam ukiran dinding kuil serta atribut kerajaan untuk menunjukkan bahwa wewenang para firaun berasal dari perintah ilahi.
Salah satu lambangnya yang paling abadi adalahEye of Horus, mata yang dianggap memiliki kekuatan ajaib untuk melindungi pemiliknya dari ancaman. Dalam karya seni, simbol ini sering muncul. Simbol ini diukir sebagai perlindungan, digambar berpasangan di peti mati untuk "memberikan penglihatan" kepada orang yang sudah meninggal.
3. Bastet
Bastet memulai perannya dalam peradaban Mesir Kuno sebagai dewi singa betina yang ganas. Ia menjadi lambang kekuatan, keberanian, dan perlindungan. Seiring berjalannya waktu, bentuknya berubah menjadi kucing rumah yang anggun dan mencerminkan sifat lembut serta penuh kasih sayang.
Di dalam seni, dia digambarkan sebagai wanita dengan kepala singa atau kucing, atau sepenuhnya berwujud kucing.
Sebagai dewi perlindungan, kehamilan, dan kelahiran, Bastet memiliki sifat-sifat khas kucing. Ia adalah penjaga yang selalu waspada, ibu yang setia, serta pemburu yang gesit. Patung-patung perunggu yang menggambarkan dirinya banyak ditemukan di rumah dan kuil, sementara jimat berbentuk kucing dianggap mampu membawa keberuntungan.
4. Yatagarasu
Dalam mitos Jepang, kisah-kisah mengenai makhluk hidup sering kali terkait erat dengan ajaran Shinto, dongeng masyarakat, serta simbolisme Buddha. Salah satu tokoh yang paling menarik adalah Yatagarasu, seekor burung gagak berkepala tiga yang dianggap sebagai utusan langit. Dalam narasi tersebut, ia muncul untuk membimbing para kaisar, memastikan mereka berjalan sesuai dengan kehendak surgawi.
Makna dari tiga kakinya masih menjadi topik perdebatan. Salah satu interpretasi yang umum mengatakan bahwa ketiga kaki tersebut melambangkan langit, bumi, dan manusia.
Dalam dunia seni, Yatagarasu sering digambarkan dengan bulu berkilau hitam dan pandangan tajam, terbang di antara awan atau matahari yang terbit, sebagai lambang kekuatan alam, manusia, dan ilahi.
5. Harimau
Meskipun bukan hewan asli Jepang, harimau telah lama menjadi simbol dalam seni dan makna budaya Jepang. Hewan ini merupakan warisan dari pertukaran budaya dengan Tiongkok. Dalam pikiran masyarakat, hewan ini dianggap sebagai lambang kekuatan, keberanian, serta perlindungan yang tangguh.
Seniman Jepang menangkapnya dalam karya seni tinta suibokuga, layar lipat byōbu, hingga seni tato tradisional. Garis-garis kuas dan bentuk tubuhnya sering dibuat hidup, seakan-akan harimau sedang melompat keluar dari kanvas. Menampilkan keindahan otot dan ekspresi ganas. Bagi para pelaut dan tentara, gambar harimau bukan hanya hiasan, tetapi juga sebagai simbol perlindungan.
6. Ular
Dalam seni dan mitos Jepang, ular (hebi) sering berubah menjadi makhluk yang menggabungkan daya tarik dan misteri. Dalam keyakinan Shinto, ular berkaitan erat dengan dewa-dewi air yang melambangkan keberlimpahan dan pembaruan hidup. Mereka mampu muncul dari kulit lama dengan wajah yang baru, mirip dengan perubahan musim.
Bagi para seniman, ular dianggap sebagai simbol penjaga bijak, lambang perlindungan yang juga sangat kuat dalam seni tato tradisional. Mulai dari gulungan sutra hingga piring porselen, gambar ular menjadi titik fokus visual yang menghubungkan unsur spiritual, makna budaya, dan aura kesaktian.
7. Pegasus
Dalam dunia kuno Yunani dan Romawi, hewan sering kali dianggap sebagai pembawa pesan moral, simbol dari mitos, serta wujud kekuatan yang berasal dari dewa. Dari tokoh-tokoh legendaris tersebut, Pegasus memiliki posisi yang khusus. Ia merupakan kuda putih bersayap yang terbang di antara awan.
Dari lukisan pada keramik Yunani hingga ukiran frieze yang menghiasi kuil, gambar Pegasus menggabungkan keindahan dan kekuatan. Lahir dari Poseidon dan Medusa, ia menjadi teman dekat Zeus, membawa sambaran petir dan guntur di langit. Dalam kisah paling terkenal, pahlawan Bellerophon menungganginya untuk mengalahkan Chimaera, makhluk api yang mengancam dunia manusia.
8. Cerberus
Di antara makhluk mitos Yunani, Cerberus terkenal sebagai makhluk yang menyeramkan dan megah. Ia merupakan anjing penjaga dunia bawah yang memiliki tiga kepala serta pandangan yang tidak pernah menunjukkan belas kasihan. Dalam karya seni kuno, ia sering muncul pada kerajinan tembikar dan mozaik, menjaga pintu masuk ke dunia Hades di tepi Sungai Styx.
Ia bertugas mencegah arwah meninggalkan alam kematian dan menghalangi manusia hidup memasuki wilayah tersebut tanpa izin. Namun, legenda paling terkenal terjadi ketika Herakles (Hercules), dalam tugas ke-12 yang penuh bahaya, berhasil mengalahkannya dan membawanya ke dunia manusia. Saat ini sering diabadikan oleh seniman sebagai puncak dari keberanian dan kekuatan.
9. Elang
Bagi masyarakat Yunani, elang merupakan hewan yang dianggap suci dan milik Zeus. Dalam tradisi Romawi, bentuknya berubah menjadi Aquila, bendera perang yang dikibarkan di medan pertempuran sebagai lambang kekuasaan dan kemakmuran. Para seniman menggambarkan bentuk elang dalam logam tembaga, memahatnya dalam relief megah, hingga mencetaknya pada koin kerajaan.
Namun, di balik wajahnya yang mulia, elang juga digunakan sebagai alat hukuman yang menakutkan. Dalam mitos Yunani, Prometheus mencuri api dan memberikannya kepada manusia yang melanggar perintah Zeus. Sebagai hukuman, ia dikunci di tebing terpencil, dan setiap hari seekor elang besar datang mengoyak hatinya sambil memakan jantung yang tumbuh kembali setiap malam.
Dari gurun Mesir hingga kuil Shinto, makhluk dalam mitos kuno bukan hanya entitas nyata, tetapi juga bahasa simbol yang menyampaikan kekuatan, perlindungan, dan ajaran kehidupan. Seni menjadi alat abadi yang menjaga cerita-cerita ini tetap hidup, menghubungkan masa lalu dengan imajinasi saat ini.
Referensi
7 Tuhan Paling Kuat dalam Berbagai Mitologi Purba, Siapa Saja? 5 Fakta Mengenai Makhluk Mitologi yang Memiliki Saudara Kembar"Animals in ancient Egypt. Diakses pada Agustus 2025.Reading Museum.
Representasi Hewan pada Batu Ukir Yunani dan Romawi, 2018. doi.org/10.2307/j.ctv1nzfw6v.
"Kehidupan Hewan dalam Seni Jepang. Diakses pada Agustus 2025.National Gallery of Art.
"Simbol Hewan dalam Mitologi Kuno: Memahami Makna Budaya dan Cara Menggunakannya dalam Karya Seni Anda. Diakses pada Agustus 2025.Vault Editions.




