Iklan

12 Aroma yang Membenci Kucing, Pemilik Wajib Tahu

Sunday, May 3, 2026, 12:19 PM WIB Last Updated 2026-05-02T23:28:47Z

- Kucing terkenal dengan kemampuan indra penciuman yang sangat tajam. Bau yang bagi manusia terasa biasa atau bahkan wangi, bisa terasa menyengat dan tidak nyaman bagi kucing.

Tidak mengherankan, beberapa jenis aroma sering kali membuat kucing menjauh, stres, atau menunjukkan tingkah laku yang tidak biasa.

Memahami jenis aroma yang tidak disukai oleh kucing penting bagi pemilik untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan aman.

Selain itu, aroma tertentu, selama tidak membahayakan, sering digunakan untuk menghalangi kucing masuk ke area yang tidak diinginkan.

Indra penciuman kucing sangat peka

Kucing memiliki sekitar 200 juta reseptor penciuman, jauh lebih banyak dibandingkan manusia yang hanya sekitar 6 juta.

Selain itu, kucing memiliki organ jakobson di langit-langit mulut yang memperkuat kemampuan mereka dalam mengenali aroma secara lebih mendalam.

"Indra penciuman kucing memainkan peran penting dalam komunikasi, navigasi, dan kelangsungan hidup," ujar dokter hewan Jessica Bell dari Washington State University, dilansir dariPetMD.

Karena sifat sensitifnya, bau yang terlalu menyengat bisa dengan mudah membuat kucing merasa tidak nyaman.

Aroma yang dibenci kucing

Berikut beberapa wewangian yang paling tidak disukai oleh kucing:

  • Aroma buah-buahan sitrus seperti lemon, jeruk, limau, dan grapefruit memiliki kandungan minyak alami yang bauannya terlalu kuat untuk kucing dan bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan mereka.
  • Aroma pedas: Cabai dan lada memiliki kandungan capsaicin yang menyebabkan rasa panas. Hanya sekali menghirupnya saja bisa membuat kucing merasa terancam.
  • Minyak atsiri: Minyak atsiri seperti peppermint, minyak pohon teh, kayu manis, dan eucalyptus bersifat beracun bagi kucing. Paparan melalui kulit, dihirup, atau dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan yang parah.
  • Pembersih rumah: Aroma pemutih, amonia, cuka, serta bahan pembersih kimia lainnya bisa mengganggu pernapasan kucing dan berisiko jika tertelan dari bulu atau kaki mereka.
  • Bau hewan lain: Kucing yang memiliki sifat teritorial dapat merespons secara negatif ketika mencium aroma kucing lain, anjing, atau hewan liar yang dianggap sebagai ancaman.
  • Parfum dan cologne: Wangi yang dibuat dengan aroma kuat sering kali terasa terlalu menyengat bagi kucing.
  • Sereh: Bahan ini sering digunakan sebagai pengusir serangga, namun juga sangat tidak disukai oleh kucing karena baunya yang menyengat.
  • Deterjen dan pelembut pakaian: Kucing cenderung lebih menggemari benda yang memiliki aroma alami. Aroma dari deterjen bisa menghilangkan feromon, sehingga membuat kucing merasa tidak nyaman.
  • Kotak pasir yang kotor: Kucing sangat peka terhadap kebersihan. Kotak pasir yang tidak sering dibersihkan bisa menyebabkan kucing enggan memakainya.
  • Mentol: Mentol yang terdapat dalam salep dan obat batuk berbeda dengan catnip. Bau buatan ini justru membuat kucing merasa tidak nyaman.
  • Pisang: Kulit buah pisang mengandung senyawa etil asetat yang memiliki aroma menyengat dan tidak disukai oleh kucing.
  • Daging busuk: Sebagai hewan pemakan daging, kucing sangat sensitif terhadap kualitas makanan dan cenderung menghindari bau daging yang sudah tidak segar.

Apakah aroma bisa digunakan untuk mengusir kucing?

Aroma yang tidak disukai oleh kucing bisa berfungsi sebagai penghalang sementara, selama bahan tersebut aman dan tidak beracun.

Bahan seperti cuka atau buah jeruk yang telah diencerkan dapat digunakan, tetapi tidak boleh disemprotkan langsung ke tubuh kucing.

Namun, para ahli perilaku hewan memperingatkan bahwa aroma yang mengusir tidak menyelesaikan akar dari masalah perilaku. Kucing yang stres justru dapat membentuk kebiasaan buruk yang lain.

Komentar

Tampilkan