Iklan

Sekolah Binaan YPMAK, SATP Mimika Juara II Lomba Tari Modern Papua di Kuala Kencana

Monday, March 30, 2026, 12:10 PM WIB Last Updated 2026-03-30T02:57:01Z
Sekolah Binaan YPMAK, SATP Mimika Juara II Lomba Tari Modern Papua di Kuala Kencana
Ringkasan Berita:
  • Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika berhasil meraih peringkat kedua dalam lomba tari modern Papua yang diselenggarakan di SMP YPJ Kuala Kencana.
  • Lomba ini diikuti oleh lima sekolah menengah pertama di Mimika dan menjadi wadah pengembangan bakat seni bagi generasi muda Papua.
  • Kegiatan tersebut menjadi puncak dari proyek komunitas yang merupakan bagian dari pelaksanaan kurikulum nasional.

Liputan Jurnalis, Feronike Rumere

, MIMIKA – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika yang merupakan lembaga binaan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), turut serta dalam kompetisi tarian modern Papua.

Acara istimewa tersebut diselenggarakan oleh SMP YPJ Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada hari Sabtu (28/3/2026).

Lomba tersebut diikuti oleh lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Mimika, yaitu SMP Negeri 2 Timika, SMP Negeri 4 Timika, SMP YPPK St. Bernardus, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), dan SMP YPJ Kuala Kencana yang menjadi tuan rumah.

Lomba dimulai pukul 09.00 WIT dan diisi dengan tampilan tari dari setiap sekolah yang dinilai oleh juri berkompeten.

Kegiatan berlangsung di Sporthall SMP YPJ Kuala Kencana dengan maksud menumbuhkan bakat siswa serta menjaga warisan budaya Papua melalui kesenian tari.

Urutan tampilan dimulai dari SMP Negeri 4 Timika, diikuti oleh SMP YPJ Kuala Kencana, SMP YPPK St Bernardus, Sekolah Asrama Taruna Papua, dan ditutup oleh SMP Negeri 2 Timika.

Kepala Sekolah SMP YPJ Kuala Kencana Timika, Nursalim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi puncak dari proyek komunitas yang merupakan bagian dari pelaksanaan kurikulum nasional.

Ia menjelaskan, siswa kelas IX diwajibkan melakukan kegiatan pelayanan masyarakat sebelum menyelesaikan studinya, dengan memilih bidang yang disukai seperti olahraga, seni, atau pendidikan.

"Sejumlah kelompok memutuskan untuk fokus pada bidang seni, khususnya kesenian tari dari Papua. Sebelumnya, mereka mengunjungi beberapa sekolah di Timika, berdiskusi dengan kepala sekolah dan pembina tari, serta melakukan pertunjukan dan presentasi mengenai pentingnya menjaga kebudayaan Papua," kata Nursalim.

Menurutnya, dari rangkaian kegiatan tersebut, siswa akhirnya menginisiasi lomba tari kreatif Papua yang diikuti oleh lima sekolah sebagai puncak dari kegiatan tersebut.

"Sebelumnya kami telah mengadakan rapat dan mengundang guru pembimbing untuk menjelaskan tujuan serta mekanisme kegiatan. Setiap sekolah dibatasi sekitar 20 orang, yang terdiri dari peserta, guru pembimbing, dan pendukung," katanya.

Di sisi lain, Humas dan Pelatih ekstrakurikuler Tari (SATP) Mimika, Franco Irahewa, menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya sangat antusias mengikuti lomba tari kreasi Papua dan telah melakukan persiapan sejak menerima undangan.

“Kami sangat antusias mengikuti kompetisi ini. Persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari dengan melibatkan 12 siswa, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Latihan dilakukan sekitar satu minggu lebih dengan rutinitas yang cukup berat,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa depan sebagai wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi generasi muda di Kabupaten Mimika, khususnya dalam bidang seni tari.

Menurut Franco, kompetisi ini merupakan kesempatan penting untuk membangkitkan semangat dan kreativitas anak-anak Papua yang memiliki banyak potensi, tetapi masih sedikit wadah untuk mengekspresikannya.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bisa menunjukkan talenta mereka. Ini juga menjadi sarana untuk membangkitkan semangat generasi muda Papua agar terus berkembang, khususnya dalam bidang pendidikan dan seni,” tambahnya.

Sementara itu, Franco menjelaskan bahwa peserta yang diturunkan merupakan siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler tari, sehingga telah memiliki dasar keterampilan menari.

Dalam perlombaan tersebut, SATP menampilkan tarian yang menggambarkan kebangkitan generasi muda Papua dari keterpurukan menuju semangat baru untuk bersatu dan maju.

Salah satu siswa SATP, David Sebastian Anggaibak, mengaku bangga dapat mengikuti lomba tersebut. 

Ia menyampaikan, meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang singkat, ia bersama tim tetap berupaya menampilkan yang terbaik.

"Latihan kami sekitar satu minggu. Pada awalnya cukup sulit, tetapi kami terus berlatih agar bisa menghafal gerakan. Sebelum tampil, kami juga sempat melakukan latihan kembali. Saya senang bisa mengikuti lomba ini dan berharap bisa menjadi pemenang," katanya.

Ia menyampaikan, partisipasi dalam lomba ini merupakan pengalaman yang berharga sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang seni tari.

Di akhir pertandingan, SMP YPPK St. Bernardus berhasil mendapatkan Juara I, diikuti oleh Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang menjadi Juara II, serta SMP Negeri 2 Mimika sebagai Juara III. (**)

Komentar

Tampilkan