Iklan

Nenek Teriak, Korban Luka Akibat Kecelakaan Maut di Majalengka

Friday, March 27, 2026, 11:38 PM WIB Last Updated 2026-03-27T09:55:45Z
Nenek Teriak, Korban Luka Akibat Kecelakaan Maut di Majalengka
Ringkasan Berita:
  • Ratna Wulan, korban selamat dari kecelakaan maut Elf di Cingambul, Majalengka, mengungkapkan momen-momen sebelum mobil tersebut terjatuh ke jurang.
  • Kelompok berangkat dari Karawang pada pagi hari untuk melakukan ziarah dan wisata ke Ciamis, Tasik, serta Pangandaran, kemudian kembali di sore hari dalam keadaan lelah.
  • Ratna mengungkapkan adanya kekhawatiran dalam melanjutkan perjalanan malam karena sopir ingin segera pulang untuk menyelesaikan pesanan sewa mobil berikutnya.

Laporan Adim Mubaroq 

, MAJALENGKA -Salah satu korban selamat dari kecelakaan maut di Cingambul, Ratna Wulan, menceritakan momen-momen sebelum mobil Isuzu Elf yang ia tumpangi terjatuh ke jurang.

Ratna mengungkapkan, rombongan berangkat dari Karawang sejak pagi hari Minggu dalam rangka perjalanan ziarah dan wisata.

"Kita berangkat jam 6 pagi hari Minggu ke Ciamis atau Tasik. Tiba di sana sekitar jam 6 atau 7 pagi, lalu beristirahat dan melakukan ziarah," kata Ratna saat sedang menjalani perawatan di RSUD Cideres Majalengka, Selasa (24/3/2026).

Setelah melakukan ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran. Mereka kembali ke rumah pada siang hari.

"Selesai dari Pangandaran, tiba kembali sekitar pukul 4 sore. Terus melanjutkan perjalanan hingga malam sekitar pukul 8 atau 9, kemudian sempat mampir ke Ciamis, hanya sekadar makan sebentar, mengambil barang, lalu langsung pulang," katanya.

Ratna mengatakan, keadaan rombongan pada saat itu sudah sangat lelah. Bahkan sempat muncul kekhawatiran apakah perjalanan akan dilanjutkan di malam hari.

"Kan awalnya tidak perlu diperintahkan pulang lebih dulu, karena belum beristirahat. Tapi sopirnya ingin pulang, karena mobilnya sudah ada yang menyewa lagi," katanya.

Saat melewati jalur Cingambul, Kabupaten Majalengka, Ratna mengatakan sebagian besar penumpang sudah tertidur. Jalur yang dilewati juga bukan rute yang biasanya mereka tempuh.

"Ketika di perjalanan pulang, itu adalah jalan pertama kali melewati situ. Biasanya tidak melewati situ. Lalu semua orang tidur," katanya.

Saat perjalanan, beberapa penumpang sempat memberi peringatan kepada sopir untuk lebih waspada.

"Nenek sempat berteriak, 'hati-hati, jangan terlalu kencang mengemudikannya'. Abah juga berkata, 'perlahan saja jangan terlalu kencang'," kata Ratna.

Namun kondisi jalan yang licin setelah hujan memperparah situasi menjadi lebih berbahaya.

"Sudah licin setelah hujan, lalu mereka berteriak, langsung jatuh. Tidak tahu apakah menabrak atau tidak. Sudah tidak ingat, tidak sadar," katanya.

Ratna mengakui kehilangan kesadaran setelah peristiwa itu terjadi dan sadar kembali ketika sedang mendapatkan perawatan medis.

Komentar

Tampilkan