Iklan

10 Mobil Listrik Paling Populer di Indonesia Februari 2026

Sunday, March 29, 2026, 7:40 AM WIB Last Updated 2026-03-29T02:37:16Z

, JAKARTA — Ketertarikan terhadapmobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya pilihan model yang dijual dengan harga yang lebih murah. Kondisi ini mendorong perkembangan penjualankendaraan listrik pada awal 2026.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO)Gaikindo), penjualan wholesalesmobil listrik BEV mencapai 12.272 unit pada bulan Februari 2026. Angka ini meningkat sebesar 135,8% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year(YoY) dibandingkan dengan 5.203 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pasar mobil listrik nasional masih didominasi oleh produsen dari Tiongkok. BYD mempertahankan posisi terdepan berkat model Atto 1 yang mencatatkan penjualan eceran sebanyak 3.700 unit pada Februari 2026.

BYD Atto 1 pertama kali diperkenalkan dalam ajang GIIAS 2025 pada bulan Juli 2025. Model ini menarik perhatian karena berada di kisaran harga yang sama dengan LCGC, dengan harga mulai dari Rp199 juta untuk varian Dynamic dan Rp235 juta OTR Jakarta untuk varian Premium.

Di posisi berikutnya, Jaecoo yang dimiliki oleh Grup Chery mulai bersaing dengan dominasi BYD melalui model Jaecoo J5 EV yang terjual sebanyak 2.926 unit. Model ini diperkenalkan dengan harga awal Rp249,9 juta saat peluncuran.

Tidak ketinggalan, Wuling juga ikut memperkuat pasar dengan model Darion EV yang mencatat penjualan sebanyak 1.019 unit. Berikutnya, Geely EX2 mencapai penjualan sebanyak 776 unit, sedangkan BYD M6 mencatatkan penyebaran sebanyak 523 unit.

Ahli otomotif dan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menganggap penjualan mobil bertenaga listrik berpotensi terus meningkat, seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak global. Keadaan ini dianggap mampu mempercepat perubahan perilaku konsumen menuju kendaraan listrik.

Menurutnya, efisiensi keseluruhan biaya kepemilikan kendaraan listrik mulai menjadi prioritas utama. Kendaraan listrik dianggap lebih hemat sekitar 60%–70% dibandingkan kendaraan biasa, terutama jika biaya operasional meningkat.

"Artinya, secara struktural BEV akan menjadi pemenang jangka panjang dalam peta industri. Oleh karena itu, konflik di kawasan Timur Tengah ini tidak hanya berupa risiko, tetapi juga secara tidak langsung mempercepat peralihan energi nasional, bukan lagi hanya alat lindung nilai bagi sekelompok tertentu," katanya kepadaBisnis, dikutip Sabtu (28/3/2026).

Selain itu, penguatan lingkungan ekosistem kendaraan listrik dianggap penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Tindakan ini juga dinilai mampu menjaga kelangsungan perkembangan pasar kendaraan listrik dalam negeri.

Beberapa produsen kendaraan listrik mulai membangun pabrik di Indonesia. Contohnya, BYD sedang bersiap mengoperasikan pabriknya di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 150.000 unit per tahun yang direncanakan segera dimulai produksinya.

Selain BYD, perusahaan VinFast asal Vietnam juga mewujudkan investasi yang melebihi 300 juta dolar AS dengan kapasitas produksi awal sekitar 50.000 unit setiap tahun. Pabrik VinFast yang terletak di Subang, Jawa Barat, dibangun di atas lahan seluas 171 hektar.

10 Kendaraan Listrik Paling Laku di Indonesia Bulan Februari 2026

1. BYD Atto 1: 3.700 unit

2. Jaecoo J5: 2.926 unit

3. Wuling Darion EV: 1.019 unit

4. Geely EX2: 776 unit

5. BYD M6: 523 unit

6. Aion UT: 407 unit

7. BYD Sealion 7: 343 unit

8. Geely EX5: 335 unit

9. Aion V: 332 unit

10. Denza D9: 270 unit

Komentar

Tampilkan