Iklan

Manusia Jadi Fondasi Bangunan, Pernah Terjadi di Korea?

Monday, February 9, 2026, 10:21 PM WIB Last Updated 2026-02-10T15:22:18Z

Beberapa tahun silam, sekelompok ilmuwan menemukan fosil di bawah Istana Wolseong, yang menunjukkan dugaan bahwa peradaban manusia memang pernah ada.

Online.com -Menganggap manusia sebagai dasar pembangunan bukan sekadar metafora atau omong kosong belaka. Dalam sejarah Korea Selatan, kejadian semacam ini nyata terjadi.

Pada tahun 2017, juru bicara Administrasi Warisan Budaya Seoul, Choi Moon-Jung, seperti yang dilaporkan oleh Ancient-Origins, mengatakan, "Ini adalah bukti arkeologi pertama yang menunjukkan bahwa kisah rakyat tentang manusia yang dikorbankan untuk fondasi bangunan adalah kisah nyata."

Pernyataan tersebut ditujukan sebagai tanggapan terhadap penemuan kerangka di bawah dinding Istana Wolseong di Gyeongju, Korea Selatan, pada masa itu.

Ia mengatakan bahwa pengorbanan semacam itu dilakukan berdasarkan saran para ahli yang percaya bahwa hal tersebut akan memengaruhi keberhasilan pembangunan bangunan kuno. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui bagaimana "pondasi" tersebut dijalankan.

Namun, menurut para ahli tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka dikubur hidup-hidup. "Tidak ada tanda-tanda perlawanan saat mereka dimakamkan, tampaknya mereka dalam keadaan tidak sadar atau telah meninggal," katanya.

Mitologi rakyat menyatakan bahwa pengorbanan manusia memiliki maksud tertentu. Yaitu untuk menenangkan para dewa dan meminta mereka agar bangunan yang akan dibangun nantinya tahan lama dan kokoh.

Tradisi memakamkan manusia ini telah diketahui berlangsung pada abad ke-5 hingga ke-6. Pengorbanan manusia memang sering terjadi dalam sejarah Korea.

Pada tahun 2015, para ilmuwan arkeologi di Korea Selatan juga menemukan sebuah makam seorang wanita bangsawan yang berusia 1.500 tahun, yang berisi sisa-sisa tulang dari seorang wanita dan seorang pria. Penemuan penting ini mengungkapkan bahwa pria tersebut dikorbankan agar bisa menyertai wanita bangsawan dalam kematian. Dalam situasi ini, tubuh pria bertugas sebagai penjaga, pelindung, dan pelayan bagi wanita bangsawan.

Komentar

Tampilkan