
Kakak dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menyatakan bahwa program senjata nuklir Korut tidak bisa dinegosiasikan menjelang kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke negara tersebut minggu ini.
Pernyataan dari tokoh dekat Jong-un menjadi tanda bahwa Pyongyang tidak akan mengubah pendiriannya mengenai pengembangan senjata nuklir meskipun menghadapi tekanan global.
"Status kami sebagai negara nuklir sama sekali tidak bisa dibicarakan," ujar Kim Yo Jong dalam pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Korut,KCNA, dilansir Yonhap.
Ia juga menegaskan bahwa Korea Utara tidak akan menerima setiap bentuk ancaman terhadap negaranya.
Menurut AFP, Korut selama bertahun-tahun tetap mempertahankan program senjata nuklir dan rudal balistiknya, meskipun kegiatan tersebut dilarang oleh sanksi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.
Pada tahun 2023, Pyongyang bahkan memasukkan statusnya sebagai negara nuklir ke dalam konstitusi negaranya.

Berdasarkan laporan Yonhap, pernyataan Kim Yo-jong muncul satu hari sebelum kunjungan resmi Xi Jinping ke Korea Utara yang direncanakan berlangsung pada Senin (8/6) hingga Selasa (9/6).
Tiongkok selama ini menjadi sumber bantuan politik dan ekonomi utama bagi Korea Utara, yang merupakan salah satu negara paling tertutup secara diplomatik di dunia dan masih menghadapi berbagai sanksi internasional.
Kunjungan ke Pyongyang juga akan menjadi perjalanan luar negeri pertama Xi tahun ini.
Sebelumnya, Xi mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan menerima kunjungan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu.