Ringkasan Berita:
- Pernyataan Chef Juna menjadi viral terkait larangan karyawan mengajukan izin menjaga anak yang sedang sakit.
- Perdebatan mengenai pernyataan Chef Juna dimulai ketika ia hadir dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Raditya Dika, dan membahas tantangan dalam menjalankan usaha kuliner, khususnya tekanan yang ada di dapur profesional.
- Chef Juna berpendapat bahwa ketika seseorang memutuskan untuk bekerja secara profesional, maka tanggung jawab terhadap tugas yang diemban juga harus menjadi hal utama.
- Nama Chef Junabaru-baru ini menjadi perhatian publik setelah pernyataannya dalam sebuah podcast memicu perdebatan di media sosial.
Koki selebritas itu mendapat kritik setelah membicarakan semangat kerja sumber daya manusia Indonesia saat berdiskusi bersamaRaditya Dika.
Dalam percakapan tersebut, Chef Juna membahas pengalamannya menghadapi seorang karyawan yang meminta izin tidak hadir di tempat kerja karena harus merawat anak yang sedang sakit.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi topik perdebatan dan dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai kritik terhadap karyawan yang dinilai terlalu memprioritaskan urusan keluarga.
Dari sana, muncul pandangan bahwa Chef Juna menganggap sumber daya manusia Indonesia saat ini lebih "mudah" dibanding sebelumnya.
Potongan podcast tersebut menjadi viral di berbagai situs media sosial dan memicu diskusi di kalangan pengguna internet.
Banyak netizen mengkritik pendapat Chef Juna karena dianggap tidak menunjukkan rasa empati terhadap peran orang tua, khususnya ayah, dalam merawat anak saat situasi darurat.
Di tengah maraknya kritik, akun Instagram Chef Juna dikabarkan pernah membatasi kolom komentar bagi pengguna.
Merespons isu yang sedang berkembang, pria dengan nama asli Junior John Rorimpandey memberikan tanggapan singkat mengenai perdebatan tersebut.
Ia menyiratkan bahwa banyak orang belum memahami sepenuhnya situasi pembicaraan yang disampaikannya dalam podcast tersebut.
Chef Juna Dianggap Kurang Berempati
Banyak netizen mengkritik pendapat Chef Juna karena dianggap tidak memiliki empati terhadap peran ayah dalam merawat anak, khususnya dalam situasi darurat.
Akibat maraknya kritik, Chef Juna dikabarkan membatasi kolom komentar di akun Instagramnya, @junarorimpandeyofficial.
Merespons komentar tersebut serta perdebatan yang muncul, chef berusia 50 tahun ini memberikan jawaban singkat.
Pemilik nama asli Junior John Rorimpandey ini menunjukkan bahwa banyak orang belum memahami sepenuhnya maksud dari pernyataannya dalam podcast.
"Banyak orang yang tidak mendengarkan dengan baik," jawab Chef Juna, dilaporkan oleh Tribunnews, Sabtu (23/5/2026).
Pernyataan Chef Juna yang Menimbulkan Perdebatan Pernyataan Chef Juna yang Mengundang Pro dan Kontra Pernyataan Chef Juna yang Menjadi Sorotan Publik Pernyataan Chef Juna yang Menimbulkan Kekisruhan Pernyataan Chef Juna yang Mendapat Respons Beragam Pernyataan Chef Juna yang Menjadi Topik Perbincangan Pernyataan Chef Juna yang Mengundang Kritik Pernyataan Chef Juna yang Menjadi Perdebatan Hangat Pernyataan Chef Juna yang Menimbulkan Kontroversi di Media Sosial Pernyataan Chef Juna yang Tidak Disetujui Banyak Pihak
Perdebatan mengenai pernyataan Chef Juna dimulai ketika ia hadir dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Raditya Dika, dan membahas tantangan dalam menjalankan usaha kuliner, khususnya tekanan yang ada di dapur profesional.
Dalam diskusi tersebut, Juna menganggap bahwa industri kuliner tidak hanya memerlukan keterampilan memasak, tetapi juga disiplin yang tinggi serta komitmen terhadap tanggung jawab pekerjaan.
"Manja. SDM kita manja, perusahaan juga manja," kata Juna dengan nada tegas, dilansir Tribunnews, Sabtu (23/5/2026).
Ia kemudian menjelaskan bahwa pandangan tersebut merujuk pada lingkungan kerja dapur profesional, yang menurutnya memiliki standar pengerjaan yang berbeda dibandingkan dengan bidang lain.
Dengan pengalaman bekerja di restoran terkenal di Jepang dan Amerika Serikat, Juna merasa budaya kerja di Indonesia masih lebih santai.
"Memang orang kita sedikit manja, saya berbicara secara profesional tentang dapur," lanjutnya.
Juna juga menyoroti situasi yang sering terjadi di dapur profesional, yaitu ketika karyawan tiba-tiba meminta izin karena urusan keluarga, termasuk saat anak sedang sakit.
Menurutnya, ketidakhadiran seseorang bisa berdampak signifikan karena setiap posisi di dapur memiliki tanggung jawab tertentu yang saling terkait.
"Posisi di dapur itu sudah memiliki tanggung jawab masing-masing, terlebih lagi jika sudah menjadi Chef de Partie, CDP, seseorang bisa saja pagi-pagi berkata, 'Chef maaf saya tidak bisa datang kerja, anak saya demam sakit,' " katanya.
Juna mengakui masih kesulitan memahami alasan itu, terutama jika kondisi keluarga dianggap masih mungkin ditangani oleh orang lain di rumah.
"Suruh aku tak berhati, yang sakit adalah anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus mengapa kamu ikut-ikutan berada di sini? Apakah kamu juga ikut-ikutan di rumah, anakmu tiba-tiba sembuh?" katanya.
Ia berpendapat bahwa ketika seseorang memutuskan untuk bekerja secara profesional, maka tanggung jawab terhadap tugas yang diemban juga harus menjadi hal utama.
Selain itu, Juna menganggap izin mendadak berpotensi merugikan karyawan itu sendiri karena dapat memengaruhi penghasilannya.
"Mengapa? Anak sudah sakit dan membutuhkan biaya pengobatan, kamu tiba-tiba mengizinkan cuti yang justru memotong gaji. Itu bukan termasuk dalam cuti," jelasnya.
Untuk menunjukkan pentingnya peran setiap orang di dapur profesional, Juna membandingkannya dengan pertunjukan orkestra yang memerlukan semua pemain bekerja secara seimbang.
"Kacau. Karena dapur profesional bisa diibaratkan seperti orkestra," kata Juna.
"Setiap alat musik memiliki pemainnya masing-masing, tiba-tiba yang memegang flute tidak masuk, mau kemana?" lanjutnya.
Meskipun memiliki pandangan demikian, Juna mengakui masih berupaya memahami situasi tersebut karena budaya kerja di Indonesia berbeda dengan negara-negara lain tempat ia pernah bekerja.
"Harus menerima, karena itu budaya di sini," katanya.
"Maka, agak berat juga," tutupnya.
(TribunTrends/Tribunnewsc.om, Rinanda)
Jangan lewatkan berita-berita yang tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook.