- Misi tetap Iran di PBB menyalahkan Amerika Serikat. Hal ini dilakukan karena mencoba memperoleh dukungan internasional terkait tindakan mereka terhadap Iran melalui rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Selat Hormuz.
Di unggahan di akun media sosial X, misi tersebut menganggap Amerika Serikat memanfaatkan dukungan dari beberapa negara terhadap rancangan resolusi yang bersifat sepihak dan berlatar belakang politik, guna menciptakan kesan bahwa ada dukungan internasional yang luas terhadap tindakan AS yang dinilai tidak sah.
"Sekarang sudah sangat jelas bahwa Amerika Serikat berusaha memanfaatkan jumlah dukungan—yang dikenal sebagai pendukung rancangan resolusi dengan alasan politik dan sepihak—untuk membentuk citra palsu tentang adanya dukungan luas dari komunitas internasional terhadap tindakan ilegal yang sedang berlangsung," tulis misi tetap Iran untuk PBB, dilansir dari Antara, Sabtu (16/5).
Selain itu, upaya Amerika Serikat dilakukan guna menciptakan kesempatan untuk tindakan militer yang lebih lanjut di wilayah tersebut.
Kejadian tersebut terjadi setelah Amerika Serikat, bersama dengan Bahrain dan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Qatar, mengumumkan usulan resolusi yang diduga bertujuan untuk melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Iran juga mengingatkan negara-negara yang mendukung inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat agar siap bertanggung jawab jika ketegangan memburuk.
"Jika Amerika Serikat memicu eskalasi baru, maka seluruh negara pendukung akan memiliki tanggung jawab internasional bersama Washington terkait konsekuensi yang muncul. Tidak ada alasan politik atau perlindungan diplomatik yang bisa melepaskan mereka dari tanggung jawab karena telah memfasilitasi, memungkinkan, dan memberikan legitimasi terhadap agresi AS," demikian pernyataan tersebut.
Tensi di kawasan tetap tinggi sejak Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu AS di negara-negara Teluk, serta bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata berlaku sejak 8 April berkat perantaraan Pakistan. Namun, diskusi negosiasi di Islamabad tidak berhasil mencapai kesepakatan yang stabil.
Trump kemudian memperpanjang perjanjian gencatan senjata tanpa batas waktu sementara tetap menerapkan pembatasan terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau berasal dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.