Iklan

Honda kehilangan Rp 47 triliun dari bisnis EV, kini fokus pada mobil hybrid

Saturday, May 16, 2026, 10:58 PM WIB Last Updated 2026-05-16T04:34:34Z
 

– Honda Motor Co. mengalami kerugian tahunan pertama sejak perusahaan tersebut terdaftar di bursa saham. Kekalahan besar dalam bisnis mobil listrik memaksa produsen otomotif asal Jepang ini untuk merubah arah strateginya.

Dilaporkan oleh Kyodo, Jumat (15/5), Honda mengalami kerugian bersih sebesar 423,94 miliar yen (kira-kira Rp 47,1 triliun) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Satu tahun sebelumnya, Honda masih memperoleh laba bersih sebesar 835,84 miliar yen (sekitar Rp 92,8 triliun).

Kerugian ini merupakan yang pertama sejak perusahaan terdaftar di pasar modal pada tahun 1957. Kondisi tersebut menunjukkan seberapa mahalnya penyesuaian strategi elektrifikasi yang dilakukan Honda.

Laba operasional mengalami perubahan signifikan menjadi kerugian sebesar 414,35 miliar yen (sekitar Rp 46 triliun). Padahal, pada tahun sebelumnya Honda masih mampu meraih laba operasional sebesar 1,21 triliun yen (sekitar Rp 134,3 triliun).

Meski begitu, penjualan meningkat sedikit sebesar 0,5 persen menjadi 21,80 triliun yen (sekitar Rp 2.419,8 triliun). Namun kenaikan pendapatan tidak mampu mengatasi tekanan akibat restrukturisasi.

CEO Honda Toshihiro Mibe mengakui kondisi ini sangat mendesak. Ia menekankan bahwa prioritas perusahaan saat ini adalah menghentikan "kebocoran" secepat mungkin.

Sumber utama kerugian berasal dari pengaturan ulang bisnis EV. Honda mencatatkan beban sebesar 1,58 triliun yen (sekitar Rp 175,4 triliun), yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Perusahaan juga memperkirakan kerugian tambahan sebesar 500 miliar yen (sekitar Rp 55,5 triliun) dari operasional bisnis kendaraan listrik tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan masih terus berlangsung.

Sebagai tanggapan, Honda menghentikan pengembangan tiga model kendaraan listrik untuk pasar Amerika Utara. Rencana pembangunan pabrik kendaraan listrik dan baterai di Kanada juga ditunda.

Honda kini memindahkan perhatiannya ke mobil hybrid. Perusahaan berencana meluncurkan 15 model hybrid baru di seluruh dunia hingga tahun 2030.

Tujuan elektrifikasi penuh kini telah diubah. Honda membatalkan rencana semua model menjadi kendaraan listrik atau bertenaga sel bahan bakar pada tahun 2040.

Di pasar internasional, penjualan mobil Honda mengalami penurunan sebesar 8,9 persen menjadi 3,39 juta unit. Penurunan yang signifikan di Tiongkok menjadi salah satu faktor utama.

Sebaliknya, bisnis sepeda motor justru mencatatkan rekor. Penjualan dunia mencapai 22,10 juta unit, meningkat 7,4 persen karena permintaan yang tinggi dari India dan Brasil.

Honda juga terdampak oleh tarif impor mobil Jepang ke Amerika Serikat. Beban akibat kebijakan tersebut diperkirakan mencapai 347 miliar yen (sekitar Rp38,5 triliun).

Meski demikian, Honda tetap percaya diri mampu bangkit. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan laba bersih sebesar 260 miliar yen (kira-kira Rp28,9 triliun).

Komentar

Tampilkan