Iklan

BDC Persipura Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan, Minta Evaluasi Wasit oleh Komdis PSSI

Monday, May 18, 2026, 5:34 PM WIB Last Updated 2026-05-17T22:21:03Z
BDC Persipura Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan, Minta Evaluasi Wasit oleh Komdis PSSI
Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum BDC Persipura, John Ungirwallu, menegaskan bahwa kelompok pendukung resmi tidak terlibat dalam tindakan anarkis setelah pertandingan melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.
  • Ia mengecam tindakan pihak yang merusak semangat olahraga dan meminta aparat kepolisian untuk menyelidiki secara mendalam pelaku keributan.
  • BDC juga mendukung keputusan manajemen Persipura untuk mengajukan banding serta meminta PSSI meninjau wasit asing yang dianggap menyebabkan kemarahan masyarakat.
 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA - Ketua Umum Black Danger Community (BDC) Persipura, John Ungirwallu, memberikan pernyataan mengenai keributan yang terjadi setelah pertandingan play off promosi Liga 2 Pegadaian musim 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).

Dalam pernyataan resmi, John menekankan bahwa BDC Persipura sebagai elemen resmi suporter tidak terlibat dalam tindakan anarkis setelah pertandingan penentuan tiket menuju Liga 1 musim 2026/2027.

Menurut John, Persipura Jayapura bukan hanya sebuah klub sepak bola, melainkan simbol harga diri, martabat, dan kebanggaan seluruh masyarakat Papua yang perlu dijaga bersama.

"Menanggapi keributan pertandingan play off promosi Liga 2 Pegadaian musim 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, kami elemen BDC Persipura secara organisasi sama sekali tidak terlibat serta tidak pernah merencanakan tindakan anarkis yang merugikan tim Persipura," kata John.

Ia menekankan, selama ajang Liga 2 musim 2025/2026 berlangsung di Stadion Lukas Enembe, pihaknya senantiasa berupaya memastikan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan dalam pertandingan.

Menurutnya, peran utama komunitas pendukung resmi adalah memberikan dukungan yang baik kepada tim, bukan melakukan tindakan yang merugikan klub maupun masyarakat.

“Kami memahami bahwa Persipura merupakan simbol harga diri dan martabat masyarakat Papua, sehingga tugas kami sebagai komunitas resmi adalah menjaga ketenangan serta kenyamanan selama pertandingan berlangsung,” ujarnya.

BDC Persipura juga menyampaikan rasa sedih yang mendalam terhadap semua korban yang terkena dampak dari kejadian tersebut.

Mereka mengecam tajam perbuatan individu-individu yang dianggap tidak menghargai nilai kejujuran dan sportivitas dalam persepakbolaan.

Selain itu, BDC Persipura mengharapkan aparat penegak hukum untuk menyelidiki secara mendalam pihak-pihak yang diduga terlibat dalam keributan dan menindaknya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami mengharapkan pihak berwenang menyelidiki secara menyeluruh dan mengungkap dalang dari semua kejadian ini serta menindaknya sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas John.

Pada kesempatan tersebut, BDC Persipura juga menyampaikan dukungan penuh kepada Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadian, beserta tim hukum Persipura dalam proses banding terhadap keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

BDC berharap proses banding mampu memberikan keadilan kepada Persipura Jayapura yang dianggap sebagai pihak yang mengalami kerugian dalam pertandingan tersebut.

Selain itu, BDC Persipura juga mengkritik kepemimpinan wasit Asker Nadjafaliev dari Uzbekistan yang dinilai memicu kekecewaan besar di kalangan pendukung Persipura.

"Menurut kami beberapa pelanggaran yang terjadi di lapangan justru tidak diperhatikan oleh wasit, sehingga memicu emosi dan kemarahan para penonton di Stadion Lukas Enembe," tegas John.

Pihak BDC Persipura mengharapkan PSSI tidak hanya memperhatikan kekacauan yang terjadi, tetapi juga melakukan penilaian menyeluruh terhadap kemampuan wasit dalam pertandingan tersebut.

"Kami mengharapkan PSSI melalui Komdis agar tidak hanya memperhatikan keributan, tetapi juga mendukung kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil sehingga menimbulkan kemarahan seluruh pendukung Persipura," katanya.

Oleh karena itu, BDC Persipura berharap Komdis PSSI dapat meninjau kembali hukuman yang diberikan kepada Persipura Jayapura dengan mempertimbangkan akar masalah yang terjadi di lapangan.

John kembali menegaskan bahwa empat elemen resmi pendukung Persipura sama sekali tidak terlibat atau memiliki rencana dalam peristiwa keributan tersebut.

Menurutnya, seluruh komponen pendukung resmi tetap setia memberikan dukungan penuh kepada Persipura Jayapura di setiap pertandingan.

"Pernyataan sikap ini merupakan bukti dan informasi dari kami kepada manajemen Persipura, Komdis PSSI, serta seluruh masyarakat Papua," tegas John. (*)

Komentar

Tampilkan