Iklan

Argentina larang diplomat Iran dan labeli IRGC sebagai teroris

Tuesday, April 7, 2026, 3:24 PM WIB Last Updated 2026-04-07T00:45:54Z

Jakarta, IDN Times- Pemerintah Argentina secara resmi mengusir perwakilan diplomatik tertinggi Iran di Buenos Aires, Mohsen Soltani Tehrani, pada Kamis (2/4/2026). Tehrani yang menjabat sebagai wakil utusan sementara, diminta untuk meninggalkan Argentina dalam waktu 48 jam.

Argentina telah menetapkan status persona non gratakepada Tehrani. Hubungan antara kedua negara memburuk setelah Argentina menggolongkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai kelompok teror.

1. Argentina merasa tidak puas dengan pernyataan Iran

Pemicu utama pengusiran adalah pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran yang dianggap mengancam keutuhan Buenos Aires. Teheran menuduh Presiden Argentina Javier Milei dan Menteri Luar Negeri Pablo Quirno bekerja sama dalam agresi militer Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap wilayahnya.

Iran juga pernah mengkritik penentuan status teroris terhadap Pasukan Garda Revolusioner Iran. Menurut Teheran, tindakan tersebut dilakukan di bawah tekanan pemerintah Israel.

Di sisi lain, pemerintah Argentina kembali menuduh Iran dengan sengaja menyebarkan ketidakbenaran guna merusak reputasi keputusan mereka.

"Pernyataan-pernyataan ini merupakan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal negara kami," ujar Kementerian Luar Negeri Argentina, menurut laporanAl Jazeera.

2. Argentina menuduh IRGC terlibat dalam pemboman kedutaan Israel

Tolak menolak Iran untuk berkolaborasi dalam penyelidikan terorisme masa lalu menjadi alasan tambahan untuk mengusir Tehrani. Argentina hingga saat ini masih belum mampu menyelesaikan kasus pemboman pusat komunitas Yahudi AMIA yang terjadi pada tahun 1994.

Tragedi yang berdarah itu menyebabkan kematian 85 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Dua tahun sebelumnya, serangan bom yang serupa juga menyerang Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires dan mengakibatkan 29 korban jiwa.

Mahkamah Argentina menyatakan bahwa kedua serangan mematikan tersebut direncanakan oleh para pemimpin rezim Iran dan dilaksanakan oleh Pasukan Garda Revolusi Islam. Namun, pihak Iran tetap menyangkal keterlibatannya dan menolak mengirimkan para tersangka.

Kekesalan Argentina semakin memuncak setelah tersangka utama bom AMIA, Ahmad Vahidi, ditunjuk sebagai komandan tertinggi IRGC. Argentina akhirnya secara resmi memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris pada 31 Maret.

"Presiden Javier Milei berharap keputusan ini dapat membayar utang sejarah lebih dari 30 tahun kepada keluarga korban," kata kantor presiden Argentina, dilaporkanIran International.

3. Milei terkenal sebagai tokoh yang mendukung Israel

Milei memang terkenal sebagai tokoh yang sangat dekat dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia bahkan pernah menyatakan dirinya sebagai presiden paling Zionis di dunia.

Israel mengapresiasi tindakan Argentina yang menetapkan IRGC sebagai organisasi teror. Menurut Tel Aviv, langkah ini menjadikan Argentina sebagai pihak yang berada di garis depan dalam menghadapi rezim teror Iran dan aliansinya.

Ketegangan hubungan Iran-Argentina muncul di tengah meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah. Operasi militer AS-Israel terhadap Iran kini memasuki bulan kedua.

Argentina Mengumumkan Resmi Mengklasifikasikan IRGC Iran sebagai Kelompok Teroristik Presiden Argentina Mengatakan Perang di Timur Tengah Menguntungkan Negaranya Atasi Kenaikan Harga Makanan, Trump Resmi Tambah Impor Daging Sapi dari Argentina
Komentar

Tampilkan